Jombang (beritajatim.com) – Gus Salam atau KH Abdussalam Sohib membantah bahwa pencopotan KH Marzuki Mustamar dari Ketua PWNU (Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama) Jawa Timur dipicu oleh polemik di tubuh PCNU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) Jombang.
Gus Salam tetap bersikukuh bahwa pencopotan tersebut kental nuansa politik. Alasan polemik PCNU Jombang tersebut diungkapkan oleh Sekjen PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul beberapa waktu lalu.
“Terkait pernyataan Gus Ipul bahwa pencopotan atau pemberhentian Kiai Marzuki disebabkan oleh masalah PCNU Jombang, saya kira itu tidak benar. Itu klaim sepihak. Karena dalam proses (konfercab PCNU) Jombang, tidak ada satu pun instruksi PBNU yang tidak dilaksanakan oleh PCNU,” kata Gus Salam yang juga pengasuh Pondok Denanyar Jombang ini, Sabtu (30/12/2023).
Bahkan yang menjadi tanda tanya dan hal tidak elok adalah PBNU menskorsing Konfercab ulang tanpa alasan jelas dan tanpa waktu ditentukan. Seiring dengan itu, tiba-tiba PBNU menerbitkan SK (Surat Keputusan) penunjukan pengurus PCNU Jombang periode 2023-2024.
Polemik di tubuh PCNU Jombang ini kemudian menggelinding ke meja hijau. Gus Salam dkk melayangkan gugatan ke PBNU. Namun gugatan tersebut kandas. Sehingga hingga saat ini pengurus PCNU Jombang adalah hasil penunjukan PBNU dengan masa khidmat satu tahun.
“Sekali lagi, itu tudingan tidak benar. Kemudian terkait dengan tindakan PBNU yang menurut saya arogan, intimidatif, tidak fair, harus dibenahi dalam berorganisasi,” ujar mantan Wakil Ketua PWNU Jatim ini.
Gus Salam kembali menegaskan bahwa pemberhentian Kiai Marzuki dari jabatan Ketua PWNU Jatim adalah buah dari konspirasi sejak awal. Khususnya, pasca-Mukatamar ke-34 di Lampung. “Saya mendengar langsung ada nada subyektif dari beberapa orang terkait posisi Kiai Marzuki sebagai Ketua PWNU Jatim,” lanjutnya.
Bukti lain, lanjut Gus Salam, setiap musyawarah atau rapat syuriah, dalam rangka mengevaluasi kinerja, ada beberapa kiai yang tidak dilibatkan, termasuk Kiai Marzuki. Karena kiai-kiai ini tidak satu pandangan dengan kelompok yang melakukan konspirasi.
Terkait dengan pilihan politik, menurut Gus Salam, Kiai Marzuki saat menyatakan dukungan tidak pernah membawa embel-embel Ketua PWNU, tapi atas nama pribadi. “Dan itu tidak jauh berbeda dengan petuah dari Kiai Anwar Manshur dan Kiai Kafabih yang mendukung paslon AMIN (Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar). Kapasitasnya sebagai pengasuh pondok pesantren,” ujarnya.
Gus Salam tak habis pikir, dalam rapat PCNU se-Jatim di salah satu hotel pada Kamis malam (26/12/2023), isinya hanya dua. Pertama pemberitahuan pemberhentian KH Marzuki Mustamar sebagai Ketua PWNU Jatim dan ajakan PCNU untuk mendukung paslon tertentu.
“Itu disampaikan dengan bahasa yang lugas. Saya mendapatkan informasi itu dari orang yang ikut hadir dalam rapat. Informasi ini dari sumber yang terpercaya,” ujar cucu KH Bisri Syansuri, salah satu pendiri NU (Nahdlatul Ulama) ini.
Seperti diketahui, pemberhentian KH Marzuqi Mustamar dari jabatan Ketua PWNU Jatim tertuang dalam Surat Keputusan PBNU nomor 274 tertanggal 16 Desember 2023 ditandatangani Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Rais Am KH Miftachul Akhyar. [suf]
![Gus Salam Bantah Polemik PCNU Jombang Jadi Pemicu Pencopotan KH Marzuki Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam (berkacamata) saat di PN Jombang, Senin (28/8/2023). [FOTO/Yusuf Wibisono]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/08/gus-salam-1.jpg)





