Ringkasan Berita:
- Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq menjelaskan bahwa kasus pemukulan terhadap pengurus NU terjadi di sebuah hotel di Kepatihan, Jombang, bukan di arena muktamar.
- Insiden tersebut terjadi pada Kamis (27/8/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB, dengan lokasi kejadian berjarak sekitar 4 kilometer dari kawasan PPBU Tambakberas.
- Panitia Muktamar NU menyerahkan proses hukum kepada kepolisian dan memastikan keamanan di area resmi muktamar tetap berjalan kondusif.
Jombang (beritasjatim.com) – Ketua Panitia Lokal (Panlok) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq menjelaskan lokasi terjadinya kasus pemukulan terhadap salah satu pengurus NU yang sempat dikaitkan dengan pelaksanaan muktamar.
Ia memastikan insiden tersebut tidak terjadi di kawasan PPBU (Pondok Pesantren Bahrul Ulum) Tambakberas, Jombang, yang menjadi lokasi utama penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.
Gus Rozaq tidak menampik adanya kejadian pemukulan terhadap peserta atau pengurus NU. Namun, ia meluruskan bahwa peristiwa tersebut berlangsung di luar area muktamar.
Menurut penjelasannya, pemukulan terjadi di salah satu hotel yang berada di wilayah Kepatihan, Jombang Kota. Lokasi tersebut berjarak sekitar 4 kilometer dari arena utama Muktamar ke-35 NU. Kejadian itu berlangsung pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Rozaq setelah muncul pemberitaan terkait dugaan kekerasan yang dikaitkan dengan pelaksanaan muktamar. Ia menyebut perlu memberikan penjelasan agar informasi yang beredar tidak membentuk narasi negatif terhadap penyelenggaraan Muktamar.
“Itu saya tegaskan tidak benar. Itu terjadi di luar arena muktamar. Sehingga kami sebagai ketua panitia sangat menyesalkan konferensi pers yang sepihak, karena ini akan bikin narasi yang negatif dan merusak citra muktamar yang sudah jalan. Berjalan kondusif mulai dari awal sampai malam ini,” ujar Gus Rozaq, Sabtu malam (29/8/2026).
Terkait status korban, Gus Rozaq menyampaikan bahwa korban merupakan salah satu pengurus NU. Ia menyebut korban kemungkinan juga termasuk delegasi resmi dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU.
“Ya otomatis mungkin dia juga sebagai delegasi resmi. Tapi saya pastikan tidak terjadi di wilayah Pondok Pesantren Tambakberas,” lanjutnya.
Gus Rozaq belum dapat memastikan motif di balik insiden pemukulan tersebut. Menurutnya, terdapat beberapa kemungkinan yang masih perlu didalami, termasuk kemungkinan persoalan pribadi maupun dinamika yang berkaitan dengan pelaksanaan muktamar.
Ia memastikan korban dan terlapor dalam kasus tersebut sama-sama berasal dari Kalimantan Utara. Kedua pihak juga diketahui merupakan bagian dari kepengurusan Nahdlatul Ulama.
Ketua Yayasan PPBU Tambakberas ini mengatakan pihaknya telah mendapatkan konfirmasi resmi dari Kasat Reskrim Polres Jombang terkait kejadian tersebut. Menurutnya, klarifikasi diperlukan karena informasi mengenai kasus itu telah berkembang luas.
Lebih lanjut, Gus Rozaq menjelaskan bahwa pihak yang melapor dalam kasus tersebut berinisial MNI (46), sedangkan pihak yang dilaporkan berinisial ASW. Keduanya merupakan pengurus Nahdlatul Ulama, satu berada di tingkat cabang dan satu lainnya di tingkat wilayah.
Panitia Muktamar ke-35 NU menyatakan tidak mengetahui kejadian tersebut karena lokasi insiden bukan berada di tower maupun penginapan resmi yang disiapkan panitia. Gus Rozaq menegaskan bahwa tanggung jawab keamanan panitia mencakup area tower atau penginapan yang berada dalam koordinasi penyelenggara selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di kawasan PPBU Tambakberas tetap berjalan dengan aman dan kondusif. Ia berharap kasus pemukulan tersebut dapat diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku. “Ya kami berharap diselesaikan. Kalau memang sudah di ranah kepolisian ikuti proses yang berjalan,” pungkasnya. [suf]






