Surabaya (beritajatim.com) -Debat publik kedua Pilgub Jawa Timur 2024 yang berlangsung di Grand City Convention and Exhibition, Surabaya, menghadirkan diskusi yang penuh dinamika berlangsur seru dan hangat.
Tema debat kali ini mengusung “Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif dan Inovatif serta Pelayanan Publik yang Inklusif,” menjadikan ajang ini lebih menarik bagi publik.
Ketiga pasangan calon—Paslon Nomor 1 Luluk-Lukman, Paslon Nomor 2 Khofifah-Emil, dan Paslon Nomor 3 Risma-Gus Hans—menyampaikan visi dan misi mereka untuk masa depan Jawa Timur.
Seperti dalam debat pertama, pasangan Nomor 1 Luluk-Lukman kembali tampil dengan strategi ofensif, mengkritisi kinerja pemerintahan Khofifah-Emil selama periode kepemimpinan mereka pada 2019–2024.
Selain acara utama di Grand City Surabaya, BeritaJatimTV di Jalan Kutisari IX, Surabaya, juga menggelar diskusi yang menghadirkan perwakilan dari ketiga tim pemenangan. Di antaranya adalah M Naqib Abdullah, anggota DPRD Jombang, Gus Oying atau Kholili Kholil dari tim Khofifah-Emil, serta Khusnul Khotimah, tokoh muda dari tim Risma-Gus Hans yang juga mantan anggota DPRD Surabaya.
Dalam pernyataan penutupnya, Gus Oying merespon kritik dari pasangan Nomor 1 dengan tegas. “Bu Luluk tidak lagi diamanahi sebagai anggota DPR, ini bisa berarti konstituennya kurang memberikan kepercayaan,” ujar Gus Oying, yang juga mengajar di Pesantren Cangaan Bangil, Pasuruan.
Di sisi lain, M Naqib Abdullah dalam debat ini turut mendukung pendekatan kritis Luluk terhadap pasangan petahana. “Baik Bu Risma maupun Bu Khofifah tidak pernah menyelesaikan satu periode penuh di Kementerian Sosial,” ujar Naqib.
Dengan perdebatan yang semakin sengit, Pilgub Jatim 2024 ini diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat mengenai arah dan kualitas kepemimpinan yang akan membawa perubahan bagi Jawa Timur.
Untuk menyimak video lengkap setiap tim sukses bisa melihat video dibawah ini.






