Lumajang (beritajatim.com) – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dilaporkan mengalami erupsi, Kamis (2/5/2025) malam.
Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Semeru melaporkan, erupsi Gunung Semeru terjadi pada pukul 23.24 WIB dengan ketinggian mencapai 900 meter.
Erupsi itu teramati membentuk kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arahjawa timur barat daya.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru, Kamis (2/5/2025) pukul 23.24 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 900 meter di atas puncak,” terang petugas PPGA Semeru di Gunung Sawur Liswanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Lumajang.
Kabid Kedaruratan dan Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Yudhi Cahyono menjelaskan, belum ada laporan dampak yang diterima akibat erupsi tersebut.
Warga bermukim, utamanya penambang pasir diimbau untuk selalu waspada dan tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjan Besuk Kobokan. Jarak aktivitas dibatasi hingga sejauh delapan kilometer dari puncak erupsi.
“Belum ada laporan dampak erupsi, aktivitas masih dilaporkan normal, tapi tetap harus waspada dan siaga bagi warga yang tinggal dan beraktivitas di lereng gunung, apalgi penambang,” terang Yudhi Cahyono.
Status Gunung Semeru yang masih berada di level II (waspada) membuat masyarakat masih direkomendasikan untuk membatasi jarak aktivitas dengan menjauhi daerah aliran sungai (DAS) yang berhulu di Gunung Semeru saat cuaca sedang buruk.
Pembatasan jarak bertujuan untuk mengantisipasi dan mewaspadai potensi munculnya awan panas dan guguran lava. Selain itu dikhawatirkan juga bisa berdampak terlanda banjir lahar Gunung Semeru yang muncul saat cuaca buruk.
“Aktivitas harus tetap dibatasi sejauh delapan kilometer dari puncak, di luar itu sepanjang 500 meter dari tepi sungai Besuk Kobokan. Untuk potensi bencana dikhawatirkan bisa terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar sampai jarak 13 kilometer dari puncak,” ungkapnya. [has/aje]






