Bondowoso (beritajatim.com) – Status gunung raung yang berada di perbatasan 3 kabupaten yakni Bondowoso, Banyuwangi dan Jember masih level II atau waspada.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso mengimbau masyarakat maupun wisatawan tidak beraktifitas di radius 3 kilometer dari pusat erupsi.
Berdasarkan pengamatan instrumental per 1-15 September 2024, telah terjadi 402 kali gempa hembusan, 1 kali gempa Tektonik Lokal, 71 kali gempa Tektonik Jauh dan 15 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 0,5-2 mm, dominan 0,5 mm.
Data pengamatan pada periode sebelumnya menunjukkan tinggi
kolom hembusan gas adalah maksimum 50 meter dari atas puncak dengan warna dan intensitas menunjukkan dominasi gas/uap air, tidak ada material batuan/abu yang terbawa ke permukaan.
“Meskipun aktivitas hembusan gas secara visual tidak teramati, namun secara kegempaan menunjukkan dominasi gempa permukaan,” kata Kalaksa BPBD Kabupaten Bondowoso, Sigit Purnomo kepada beritajatim.com, Rabu (18/9/2024).
Gempa permukaan itu akibat pelepasan gas dimanifestasikan dalam bentuk rekaman Gempa Hembusan dalam jumlah masih tinggi.
“Dalam hal ini berasal dari lubang tembusan gas pada kerucut yang terletak di lantai kawah,” ulasnya.
Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental periode 1 hingga 15 September 2024, maka tingkat aktivitas Gunung Raung masih pada Level II atau waspada.
“Potensi bahaya Gunung Raung yang mungkin terjadi saat ini berupa akumulasi gas vulkanik konsentrasi tinggi di dasar kawah,” kata Sigit.
Erupsi Gunung Raung menurut catatan sejarah menghasilkan aliran piroklastik, jatuhan piroklastik dan aliran lava andesitik sampai basaltik.
“Sedangkan saat tidak terjadi erupsi, aktivitas berupa hembusan gas di dasar kawah. Erupsi terakhir pada Juli 2022 menghasilkan kolom erupsi setinggi 1.500 meter dari atas puncak,” paparnya.
Dalam tingkat aktivitas Level II, masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi di kawah puncak.
“Masyarakat juga diharapkan mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi,” imbaunya. [awi/beq]






