Mojokerto (beritajatim.com) – Kebakaran terjadi di gudang pabrik jamur yang terletak di Desa Jatirejo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.
Tiga unit mobil Pemadam Kebakaran (PMK) milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto berjibaku memadamkan api.
Kebakaran diketahui terjadi sekira pukul 17.00 WIB. Petugas yang mendapatkan informasi kebakaran tersebut cukup kesulitan memadamkan api. Ini pasalnya, api membakar serbuk kayu atau limbah dari pengolahan kayu/sekem. Sehingga bara api yang terus membara membuat api sulit dipadamkan.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim mengatakan, area yang terbakar kurang lebih 200 x 50 m². “Yang terbakar serbuk kayu sehingga api sulit padam,” ungkapnya, Sabtu (7/10/2023).
“Diduga karena cuaca yang panas dan di dalam ampas kayu tersebut mengandung gas amoniak (bahan mudah terbakar) sehingga menyebabkan kebakaran. Sampai tengah malam, petugas masih melakukan upaya pemadaman. Belum diketahui berapa kerugian akibat kebakaran ini,” katanya.
Baca Juga: Kebakaran Mojokerto, Gara-gara Bakar Sampah
Sekedar diketahui, sebelumnya kebakaran terjadi di pabrik jamur di Desa Jatirejo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto pada, Jumat (18/6/2020) lalu. Api membakar tumpukan serbuk kayu dan sekam medium pembibitan jamur. Proses pemadaman memakan waktu lebih dari empat jam. [tin/ted]







