Gresik (beritajatim.com) – Sebanyak 100 relawan tracer covid-19 asal Gresik diturunkan ke lapangan untuk mengupdate data pasien yang terpapar di tiap desa.
Para relawan yang terdiri dari bidan dan tenaga kesehatan itu merupakan pengiriman dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes).
Mereka nantinya bersama bidan desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas mulai tugasnya mendatangi orang yang terdata sebagai pasien covid-19 baru yang nantinya dimasukan di dalam aplikasi ‘Si Lacak’.
“Tim tracer juga mengarahkan orang yang telah terpapar untuk melakukan isolasi terpusat di Rumah Sakit Lapangan Gelora Joko Samudro,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani), Jumat (6/08/2021).
Relawan tracer ini yang akan siap melakukan tracing, testing dan treatment (3T) di seluruh wilayah Kabupaten Gresik.
“Saat ini kita butuh bekerjama dan bergotong royong dalam menghadapi Covid-19. Kita harus bekerja bersama-sama. Dalam bertugas, Anda harus melakukan pendekatan yang humanis,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-gresik”]
Salah satu relawan tracer Ainur Rica (28) asal Kecamatan Bungah mengatakan, sebagai profesi bidan dirinya siap berbakti untuk negeri. Dia berharap agar pandemi covid-19 segera berakhir.
“Mudah-mudahan dengan ilmu yang saya miliki bisa membantu pemerintah dalam menangani covid-19,” pungkasnya. [dny/but]






