Gresik (beritajatim.com) – Ambisi tuan rumah Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia (GPP) memenangi pertandingan melawan Bandung BJB Tanda Mata di ajang final four seri pertama Proliga 2023 kandas. Bertanding di kandang sendiri tim asuhan Ayub Hidayat itu kalah 2-3 (31-33, 25-20, 25-19, 19-25 dan 9-15) yang digelar di GOR Tridharma Gresik, Sabtu (25/02/2023).
GPP yang bermain di kandang sendiri set pertama kurang stabil. Kendati kedua tim saling mengejar poin 7-5. Bandung BJB mendekati GPP 9-7. Tuan rumah GPP menjauh 10-7. Tim tamu Bandung BJB Tanda Mata mendekat di poin 13-12. Bahkan, mampu menyamakan 13-13. Bandung BJB Tanda Mata kembali mendekati poin GPP 19-17. Namun, GPP kembali menambah poin 20-17. Pemain GPP banyak melakukan kesalahan. Bandung BJB Tanda Mata menyamakan 20-20 hingga 22-22 hingga 25-25, 26-26 sampai 28-28. Set pertama GPP kalah 31-33
Set kedua GPP mampu leading 8-5 memanfaatkan kesalahan pemain Bandung BJB Tanda Mata. Tim asal Jabar mendekati GPP 8-7. GPP menambah poin di angka 12-10. Pelan namun pasti Bandung BJB menyamakan kedudukan 12-12. GPP menjauh lagi 15-12. Melalui perjuangan yang keras GPP yang dinahkodai kapten tim Medi Yoku dkk mampu menyudahi perlawanan Bandung BJB Tanda Mata 25-20.
[berita-terkait number=”5″ tag=”proliga”]
Memasuki set ketiga GPP langsung leading 4-2 hingga 5-3. Saat kedudukan 9-7 pemain asing GPP Bogdana memegangi kepalanya setelah terkena smash keras pemain Bandung BJB Tanda Mata. Setelah kejadian itu, GPP leading 15-9. Bandung BJB Tanda Mata terus mengejar GPP 18-14. Set ketiga GPP menang 25-19.
Set keempat pertandingan semakin seru. Baik GPP maupun Bandung BJB Tanda Mata mengeluarkan kemampuan terbaiknya. GPP tertinggal 6-10. Bandung BJB Tanda Mata terus melaju di angka 7-15. Set keempat GPP kalah 19-25.
Set penentuan atau kelima GPP tertinggal 1-4 atas Bandung BJB Tanda Mata. Tuan rumah GPP terus tertinggal 5-9. GPP berusaha memperkecil di angka 9-13. Kendati berjuang habis-habisan GPP di set ini kalah 9-15.
Menanggapi kekalahan ini pelatih GPP Ayub Hidayat menuturkan set keempat dan kelima pemainnya banyak melakukan kesalahan di received. “Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi dan mental pemainnya perlu ditingkatkan lagi. Apalagi waktu jeda istirahat pemain kami cuma satu hari,” tuturnya.
Sementara pelatih Bandung BJB Tanda Mata Alim Suseno mengatakan, timnya sudah ketemu GPP tiga kali. Dari hasil itu dua kali timnya memenangi pertandingan, dan satu kali kalah. Alhamdulillah bisa menang. Strateginya cuma satu daya juang pemain harus militan kalau mau menang. “Kemenangan ini tidak lepas ada perubahan ritme permainan yang kami terapkan dan ini berhasil mengatasi GPP,” katanya. [dny/kun]






