Blitar (beritajatim.com) – PT. Greenfields Indonesia akan mengolah limbah peternakan sapinya menjadi biogas. Produk biogas tersebut akan dialirkan ke rumah-rumah warga di Desa Tegalasri, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.
Pembangunan instalasi pengolahan kotoran sapi ini diperkirakan selesai pada April 2024 mendatang. Instalasi ini diperkirakan mampu untuk menampung 12.000 meter kubik kotoran sapi.
Dengan daya tampung tersebut, potensi gas metan yang dihasilkan bisa mencapai 7.200 meter kubik. Selain gas, instalasi pengolahan limbah kotoran sapi ini juga berpotensi menghasilkan daya listrik sebesar 15.800 kWh.
“Pada stage 1 bisa menghasilkan potensi gas metana atau biogas 7.200 meter kubik, yang diolah pada stage 2 menjadi energi listrik diproyeksikan sebesar 15.800 kWh,” kata Direktur PT Greenfields Indonesia Heru S Prabowo, Selasa (12/9/2023).
Pembangunan instalasi pengolahan limbah ini menghabiskan dana sekitar Rp110 miliar. Dana sebanyak Rp82 miliar akan digunakan untuk pembangunan instalasi pengolahan limbah menjadi gas metan, sementara sisanya Rp 28 miliar untuk membangun instalasi pengolahan limbah menjadi listrik.
BACA JUGA:
Sopir Ambulans di Blitar Nyaleg, Janji Antar Jenazah Gratis
PT. Greenfields Indonesia sangat serius untuk melakukan pengolahan limbah kotoran sapi ini. Lataran selama ini, limbah kotoran sapi dari peternakan Greenfields masih menjadi permasalahan serius.
Selama ini masyarakat di sekitar peternakan Greenfield Indonesia mengeluhkan ada pencemaran limbah kotoran sapi yang mengalir ke sungai-sungai. Mereka pun berharap pemerintah dan pihak perusahaan mau untuk mencari solusi atas pencemaran limbah kotoran sapi tersebut.
Instalasi pengolahan limbah kotoran sapi ini pun diharapkan bisa menjadi solusi atas permasalahan tersebut.
“Kemudian untuk stage 2 mengubah konversi gas menjadi energi listrik, investasinya sebesar Rp 28 miliar. Jadi ini proyek yang sangat serius dari PT Greenfields Indonesia, terhadap keberlangsungan lingkungan hidup dan memperbaiki limbah yang dihasilkan,” tutupnya
Peletakan batu pertama pembangunan instalasi pengolahan limbah kotoran sapi ini pun dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Blitar, Rahmat Santoso. Orang nomor 2 di Kabupaten Blitar tersebut mengapresiasi dan menegaskan agar perusahaan tersebut tidak lagi membuang limbah ke sungai.
“Juga saya tegaskan agar tidak ada lagi pembuangan limbah ke sungai,” ujar Rahmat Santoso.
BACA JUGA:
RAPBD Perubahan Bupati Blitar Dituding Tak Memihak Rakyat
Rahmat menyebut apa yang dilakukan oleh Greenfields Indonesia merupakan langkah tepat. Pasalnya, sejak beberapa tahun belakangan limbah kotoran sapi milik peternakan Greenfields Indonesia telah mencemari lingkungan, hingga menimbul konflik.
Kini dengan adanya instalasi pengolahan limbah ini, diharapkan bisa menjadi solusi atas permasalahan pencemaran lingkungan di Desa Tegalasri Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar. Di sisi lain, terobosan ini juga akan memberikan manfaat bagi masyarakat luas dari biogas yang dihasilkan.
Di tengah wacana pembatasan pembelian gas elpiji 3 kilogram, warga Desa Tegalasri tidak akan bingung karena akan mendapatkan pasokan gas metan dari Greenfields secara cuma-cuma.
“Tapi setelah Greenfields mau memperbaiki dan berbenah, membangun pengolahan limbah menjadi Biogas maka saya juga yang pertama mengapresiasi,” jelasnya.
Ini sekaligus menunjukkan kalau Pemkab Blitar bukan anti investor, justru Kabupaten Blitar terbuka untuk investor yang ingin bekerja sama mengembangkan potensi yang ada seperti bidang pariwisata, pertanian, peternakan dan perkebunan.
“Namun tetap sesuai prosedur, mematuhi peraturan yang ada dan bisa memberikan dampak positif pada Kabupaten Blitar,” tutup pria yang juga Ketua Umum DPP Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) ini. [owi/beq]






