Sidoarjo (beritajatim.com) – Lantunan suara merdu warga yang sedang mengaji atau tadarusan bulan suci Ramadhan mandadak terhenti sebentar. Hal itu menyusul adanya suara ledakan cukup keras.
Suara ledakan itu datang dari kawasan RT 23 RW 06 Dusun Mlaten Desa Sidokepun Kecamatan Buduran, lokasi anak-anak muda sedang menggoreng bumbu bahan peledak untuk petasan. Mereka berlarian ketakutan saat terjadinya ledakan.
MIA, salah satu pemuda langsung dilarikan ke Rumah Sakit Rahman Rahim karena tubuhnya mengalami luka bakar parah. Mulai kedua kaki, tangan dan dada. Korban kemudian di rujuk ke RS Delta Surya Sidoarjo. “Ledakannya sangat keras, hingga beberapa rumah sebelah mengalami kerusakan,” ucap warga sekitar, Jumat (24/3/2023).
BACA JUGA:
Polda Jatim Buru Pemasok Bahan Petasan Meledak di Blitar
Dari keterangan tiga saksi yang berinisial KL (18), FF (18), dan YS (20), bahwa mereka berempat berencana bikin petasan. Bahannya dibeli secara online seharga Rp 200 ribu. “Beli satu paket seharga Rp 200 ribu, dapat beberapa jenis bahan, yang selanjutnya bahan-bahan itu diracik atau disangrai,” ungkapnya.
Sebelum terjadinya ledakan, mereka berempat menyiapkan peralatan untuk meracik bubuk bahan peledak yang sudah dibeli. “Ada wajan, gas elpiji dan beberapa alat lain untuk meracik atau menggoreng bumbu bahan peledak itu,” jelasnya.
Mereka mengaku mendapatkan ilmu otodidak cara meracik bahan peledak untuk petasan, melihat di YouTube. Setelah beberapa saat mempraktekkan cara meracik bahan peledak, akhirnya bubuk yang diracik tersebut meledak.
BACA JUGA:
Ledakan Petasan di Blitar, Kerugian Capai Rp 500 Juta
Sementara itu Kapolsek Buduran Kompol Hery Setyo Susanto membenarkan adanya peristiwa ledakan bahan petasan yang mengakibatkan satu pemuda Sidokepung mengalami luka bakar. “Satu pemuda luka di kaki dan tangan, akibat ledakan itu,” terangnya. [isa/suf]






