Jember (beritajatim.com) – Mengalahkan Pasuruan United 1-0 di Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Kamis (7/12/2023), sudah cukup membawa Persid memuncaki klasemen sementara Liga 3 Grup H Jawa Timur dengan mengemas enam angka.
Gol tunggal Persid dicetak penyerang asal Banyuwangi, Ghifari Vaiz Aditya pada menit 15. Gol berawal dari manuver Miftahul Husyen Rahmatullah yang merangsek pertahanan Pasuruan.
Bola yang dilepaskan Husyen ke dalam kotak penalti sebenarnya sudah bisa diintersep Achmad Shadam. Namun ia tak segera membuang bola, sehingga bisa direbut Vaiz yang langsung menendangnya masuk ke gawang yang dijaga Achmad Humaidi.
Menguasai permainan di babak pertama, Persid justru tertekan di babak kedua. Para pemain Pasuruan United bermain lebih rapi dan merepotkan barisan pertahanan Persid berkali-kali. “Ball possesion Pasuruan United luar biasa. Di Grup H ini, hanya Pasuruan United yang punya ball possession bagus,” kata Misnadi Amrizal, pelatih Persid.
Bermain pukul 13.00 WIB, stamina pemain dua tim terkuras lebih cepat karena sengatan matahari. Tensi pertandingan meningkat. sejumlah pelanggaran terjadi, sehingga wasit Deni Nurhidayat dari Surabaya mengeluarkan masing-masing tiga kartu kuning untuk pemain Persid dan Pasuruan United.
Protes terhadap wasit berkali-kali dilancarkan pemain Pasuruan dan ofisial di bangku cadangan. “Mungkin mereka tidak merasa kalau memang harus dikenai kartu. Kalau kena kartu otomatis emosi meningkat. Ini sangat menguras energi kalau emosi begitu,” kata Misnadi.
Vaiz mengakui faktor cuaca sangat berpengaruh. “Kami saat melawan Persema bermain jam tiga sore, pertandingan melawan Pasuruan bertanding jam satu siang. Sementara Pasuruan sudah beradaptasi karena pertandingan sebelumnya bermain pada jam satu siang,” katanya.
Namun Vaiz senang bisa mencetak gol kemenangan untuk Persid dalam kondisi sulit. “Itu hasil kerja keras tim. Tak lepas dari teman-teman yang mendukung,” katanya.
Misnadi sebenarnya sudah berusaha mempersiapkan para pemain bertanding pada pukul satu siang. “Tapi selama masa persiapan, jam satu selalu hujan. Kami hanya sekali mencoba bermain pada pukul satu siang,” katanya.
Melihat kondisi pemain yang kelelahan, Misnadi menarik tiga pemain. Hunaifi Azizi yang berposisi di gelandang bertahan digantikan Dimas Wahyudi, Muhammad Samsul Arifin digantikan Faisal Ramandani, dan Miftahul Husyen Rahmatullah digantikan Diaz Daiva Alkautsar. “Anak-anak terforsir di babak pertana. Pemain muda pada usia pembinaan sebenarnya sama. Cuma pembedanya di mental,” kata Misnadi.
Misnadi bernapas lega setelah wasit Deni Nurhidayat dari Surabaya meniupkan peluit panjang. “Alhamdulillah, yang penting poin penuh sesuai target kami. Secara tim, saya lebih puas dengan penampilan pertandingan pertama melawan Persema. Tapi ada peningkatan konsentrasi. Konsentrasi pemain tidak buyar selama dua kali 45 menit,” katanya.
Misnadi menyebut penampilan Persid harus terus dibenahi. “Banyak yang harus dievaluasi, terutama emosi. Cuaca panas pasti meningkatkan emosi. Main jam satu siang, tekanan bukan hanya dari lawan. Cuaca juga sangat berpengaruh,” katanya.
Kerasnya permainan masih bisa dimaklumi Misnadi. “Itulah main bola. Kalah bola, harus keras, tapi sesuai arahan. Tidak kasar. Kalau memang harus keras ya keras. Ya begitu itu main bola. Kalau tidak, kami dalam tekanan,” kata Misnadi.
Menghadapi Kresna Unesa, Sabtu (9/12/2023), Misnadi tak melakukan persiapan khusus. “Normal-normal saja, karena mereka tidak sebagus Pasuruan. Kami juga main sore jam tiga. Sekarang adalah bagaimana mengondisikan pemain agar recovery cepat, sehingga bisa fit seratus persen besok,” katanya. [wir]






