Surabaya (beritajatim.com) – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat FISIP Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan Dies Natalis ke-70 dengan tema “Refleksi Marhaenis dalam Perjuangan dan Pemikiran di Era Pragmatik”.
Acara yang berlangsung di Gedung Timur, Balai Pemuda Surabaya ini dihadiri oleh kader GMNI se-UNAIR dan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti talkshow, penampilan seni, dan buka bersama.
Ketua GMNI FISIP UNAIR, Ehren Dean Mahanaim Damanik, mengatakan bahwa di era pragmatik saat ini, gerakan mahasiswa tak jarang terjebak dalam orientasi finansial.
“Gerakan, Finansial, dan Orientasi menjadi 3 aspek yang terpengaruh di era pragmatis bagi para kader gmni. Hal ini bahkan tidak jarang menjadi gerakan yang berorientasi pada finansial,” ujar Ehren membuka Dies Natalis, Minggu (24/3/2024).
Talkshow yang dipandu oleh Erdogan Thayiib ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Ehren Dean dan Syaifidun Alfiansyah. Kedua narasumber membahas tentang bagaimana Marhaenisme dapat menjadi solusi di era pragmatik saat ini.
Ehren menekankan pentingnya kembali pada ideologi Marhaenisme yang mengedepankan perjuangan untuk rakyat kecil.
“Marhaenisme adalah ideologi yang berpihak pada rakyat kecil. Di era pragmatik ini, penting bagi kita untuk kembali pada Marhaenisme dan memperjuangkan hak-hak rakyat kecil,” tegas Ehren.
Sementara itu, Alfian berpendapat bahwa Marhaenisme harus diinterpretasikan ulang agar relevan dengan konteks kekinian.
“Marhaenisme bukan hanya tentang perjuangan fisik, tetapi juga tentang perjuangan ide dan gagasan. Kita perlu menginterpretasikan ulang Marhaenisme agar relevan dengan konteks kekinian,” papar Bung Alfian.
Acara Dies Natalis ke-70 GMNI UNAIR ini ditutup dengan pembacaan puisi berjudul “Temaram Kehangatan” oleh Sarinah Rayya.
Puisi ini menggambarkan makna persaudaraan dan kekeluargaan di antara kader GMNI.
Di ulang tahunnya yang ke-70, GMNI diharapkan dapat kembali menjadi organisasi yang kritis, progresif, dan berpihak pada rakyat. GMNI juga diharapkan dapat melahirkan kader-kader yang intelektual, akademis, dan humanis. [asg/aje]






