Jember (beritajatim.com) – Kader dan pengurus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Jember, Jawa Timur, dilarang merespons hasil positif survei elektabilitas partai itu secara berlebihan. Seluruh jajaran Gerindra Jember masih harus bekerja keras untuk memenangi Pemilu 2024.
Berdasarkan hasil survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) terhadap 831 orang responden di Jember pada 7-25 Maret 2023, elektabilitas Gerindra 15,01 persen dan diperkirakan meraih delapan kursi DPRD Jember.
Angka ini tertinggi di Jember jika pemilu dilaksanakan hari ini. Empat partai lainnya yang memiliki elektabilitas di atas 10 persen adalah Partai Nasdem (12,08 persen), PDI Perjuangan (11,34 persen), dan PKB (11,1 persen).
“Tentu hasil survei ini bisa kami jadikan sebagai pegangan untuk melangkah. Katakanlah ini bisa jadi penyemangat agar pengurus Gerindra bisa lebih maksimal bekerja,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerindra Jember Ahmad Halim, Rabu (12/4/2023).
“Tapi kami sudah mendapat instruksi harian dari Pak Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Dewan Pimpinan Pusat Gerindra, untuk tidak jemawa dan tidak terlena dengan hasil survei,” kata Halim.
Seluruh kader dan pengurus Gerindra, menurut Halim, diminta tetap bekerja keras. “Bagaimana kita bisa membangun opini dan citra partai maupun Pak Prabowo. Yang diutamakan adalah kegiatan-kegiatan yang menarik simpati rakyat,” katanya.
“Kalau masalah target, kami berusaha semaksimal mungkin. Ada faktor tokoh lokal yang mempengaruhi elektabilitas partai. Misalkan pengaruh Gus Fawait (Muhammad Fawait, legislator DPRD Jatim),” kata Halim.
“Sampai saat ini kami menjalin hubungan baik dengan semua tokoh, termasuk dengan NU dalam arti personal maupun kiai di kalangan NU. Sebagian pengurus kami adalah kader NU dan Ansor, terutama di daerah Pengurus Cabang NU Kencong,” kata Halim.
Selain iru, Halim mengakui, bahwa Gerindra Jember terimbas efek ekor jas pencalonan presiden Prabowo Subianto. “Efeknya sangat besar dan signifikan. Isu-isu strategis maupun nasional mempengaruhi opini masyarakat juga,” katanya. [wir]






