Jakarta (beritajatim.com) – Waketua Fraksi Garindra MPR RI Sodik Mudjahid menyebut Presiden sudah ditetapkan KPU. Ketua DPR sudah diatur oleh UU MD3 sebagai hak pemenang pertama pileg 2019-2024 yakni PDIP.
“Jabatan yang sekarang ramai dibahas dan ‘diperebutkan’ adalah posisi Ketua MPR,” kata Sodik melalui pernyataan tertulisnya, Jumat (19/7/2019)
Menurutnya, posisi ketua MPR ditetapkan melalui pemilihan oleh anggota MPR yang berasal dari anggota DPR dan anggota DPD dan dilaksanakan dengan pengajuan sistem paket.
Sodik lantas menyinggung soal semangat dan dorongan rekonsiliasi. Padahal, dia berpendapat, sejatinya rekonsiliasi hanya diperlukan jika ada salah satu kelompok dari bangsa Indonesia yang telah melanggar empat pilar bangsa yakni Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.
Akan tetapi, Sodik mengakui, faktanya pasca pilpres yang hanya berupa sebuah konstentasi konstitusional, semangat rekonsiliasi ini sangat kuat didorong oleh Presiden Jokowi dan oleh banyak tokoh tokoh dari berbagai kalangan.
“Inti rekonsoliasi adalah lmemperkokoh kembali semangat kebersamaan demi kepetingan yang lebih besar yakni kesatuan dan persatuan bangsa sebagai modal paling penting untuk memperkuat kembali kedaulatan dan kemajuan bangsa Indonesia dslam segala bidang, termasuk dalam bidang ekonomi,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”MPR-RI”]
Dia menyebut, anya atas dasar inilah maka Prabowo Subianto,dengan resiko dikecam bahkan ditinggalkan oleh sebagian pendukungnya, berani melakukan pertemuan dengan Jokowi.
Semamgat rekonsiliasi untuk kebersamaan serta kesatuan dan persatuan bangsa ini pertama tama harus diwujudkan oleh para wakil rakyat anggota MPR dari angggota DPR dan DPD)l, terutama oleh para pemimpin partai dalam menetapkan ketua MPR
“Dengan semangat tersebut, maka komposisi terbaik adalah Ketua MPR dari Gerindra, Ketua DPR dari PDIP, dan Presiden IR Joko Widodo,” tegas Sodik.
Menurutnya, komposisi ketua MPR dan DPR diatas tanpa harus terkait dan menunggu komposisi terakhir koalisi oposisi dan koalisi di pemerintahan. Karena rakyat dan bangsa Indonesia sudah memahami keberadaan dan posisi PDIP serta GERINDRA khuzusnya dalam pileg dan pilpres 2019-2024. (hen/ted)






