Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Kabupaten Jember, Jawa Timur, tak mengingkari pentingnya peran strategis kalangan nahdliyyin dan pesantren dalam mendongkrak perolehan kursi di parlemen.
Ketua DPC Gerindra Jember Ahmad Halim mengatakan, pendekatan terhadap kalangan pesantren merupakan bagian dari kearifan lokal. “Di setiap daerah, pengurus DPC diberikan keleluasaan. Bagaimana pun kami tidak menafikan suara kaum nahdliyyin maupun ormas lain,” katanya, Rabu (20/4/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”gerindra-jember”]
Halim menyebut suara kaum nahdliyyin adalah potensi besar. “Sementara mayoritas pengurus Gerindra juga kaum nahdliyyin, bahkan banyak aktivis pergerakan yang masuk di kepengurusan Gerindra,” katanya.
Kalangan pesantren akan mewarnai wajah calon legislator Gerindra. “Di Jember kan sudah kelihatan ada figur kalangan pesantren seperti Gus Fawait. Kemungkinan banyak kalangan pesantren yang akan kami libatkan untuk bicara,” kata Halim.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Jatim Anwar Sadad mengatakan, kelahiran Partai Gerindra dibidani elemen-elemen penting bangsa. “Partai Gerindra ini mungkin lahiriahnya partai nasionalis. Tapi isinya adalah orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengan kaum santri, dengan para kiai,” katanya, di sela-sela acara peringatan nuzulul quran yang digelar Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Jawa Timur di Kabupaten Jember, Senin (18/4/2022) malam.
Sadad mengatakan, pondok pesantren ikut melahirkan Gerindra. “Kami akan berfokus datang ke tempat-tempat di mana Partai Gerindra dilahirkan. Maka itu, kami datang bukan hanya ke pesantren, tapi juga ke nelayan, petani, guru, termasuk kami datang ke kiai-kiai,” katanya.
Anwar berharap calon legislator Gerindra dari kalangan pesantren pada Pemilu 2024 meningkat. “Jadikan Partai Gerindra alat perjuangan para kiai dalam menegaskan kemaslahatan umat,” katanya. [wir/suf]






