Mojokerto (beritajatim.com)– Gerak Jalan Perjuangan Mojokerto–Surabaya kembali menggeliat setelah beberapa tahun sempat meredup. Tahun ini geliat itu tampak dari membludaknya partisipasi masyarakat, lebih dari 10 ribu peserta dan official turut meramaikan event tahun tersebut.
Ratusan peserta diberangkatkan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur, Ady Karyono di Lapangan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Ratusan peserta tersebut akan menempuh jarak 53 km menuju Tugu Pahlawan di Kota Surabaya.
Sekdaprov Jawa Timur, Ady Karyono menyebut kebangkitan event legendaris tersebut tidak hanya menjadi momen penghormatan terhadap sejarah perjuangan kemerdekaan, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat. Menurutnya, setiap gelarannya selalu berdampak langsung terhadap UMKM lokal mulai dari kuliner, perlengkapan olahraga, hingga jasa transportasi.
“Event ini tidak hanya soal olahraga. Kita ingin kegiatan bersejarah seperti ini kembali hidup, sekaligus menggerakkan sektor UMKM dan pariwisata. Dampaknya terasa, masyarakat mendapat ruang untuk bergerak,” ungkapnya, Sabtu (15/11/2025).
Tahun ini, rute peserta sedikit berubah karena adanya perbaikan jalan di wilayah Troboso Sidoarjo. Jalur dimodifikasi melalui Legundi, Gresik tanpa memengaruhi total jarak tempuh. Ady menekankan prioritas utama tetap pada keselamatan masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus mendorong event ini naik kelas menjadi kegiatan berskala nasional bahkan internasional. Ini agenda luar biasa, punya nilai sejarah, budaya, dan ekonomi. Kita gelorakan terus,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi juga menyoroti manfaat kegiatan tersebut terhadap perekonomian warga. Menurutnya, tumbuhnya kembali antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa tradisi memiliki nilai ekonomi yang riil bagi pelaku usaha kecil.
“Patriotisme dan perekonomian itu berjalan berdampingan. Semangat pejuang itu mendorong masyarakat untuk mandiri dan berwirausaha. Di event ini kita lihat pedagang kuliner, pernak-pernik olahraga, transportasi, semua ikut bergerak,” jelasnya.
Rachman berharap Gerak Jalan Perjuangan Mojokerto-Surabaya kembali menjadi agenda yang dirindukan setiap tahun. Menurutnya, tradisi tersebut yang menyatukan. Ia pun mengajak masyarakat untuk menjadi pahlawan bagi diri sendiri, keluarga, dan termasuk pahlawan bagi ekonomi sekitar. [tin/ted]






