Surabaya (beritajatim.com) – Bacapres dari Nasdem Anies Baswedan terus menerus berkunjung ke Jawa Timur untuk safari politik menemui simpul-simpul pendukungnya. Sayangnya, Safari di Jawa Timur belum menaikan elektabilitas Anies untuk menyalip dua kandidat lainnya, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
Dari rilis survey Indikator politik yang diterima beritajatim.com tertanggal 1 Oktober 2023, Anies Baswedan masih menempati urutan ketiga dengan angka 14,4% di belakang Prabowo Subianto dengan 33,8% dan Ganjar Pranowo dengan 43,9%.
Survei ini melibatkan 1810 orang dengan metode multistage random sampling. Survei yang diterbitkan Indikator ini memiliki tingkat kesalahan (margin of error) sekitar 2,4% dan tingkat kepercayaan hingga 95 persen.
Survei ini dilakukan pada 14-20 September 2023 dan dilakukan dengan jumlah sampel berumur diatas 17 tahun atau sudah menikah ketika dilakukan survei. Sampel survei ini berasal dari seluruh kabupaten/kota yang tersebar di Jawa Timur secara proporsional. Responden langsung diwawancarai secara tatap muka oleh pewawancara yang terlatih.
Walaupun telah mendeklarasikan berpasangan dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar, elektabilitas Anies belum terkatrol sesuai harapan. Hal itu bisa dilihat dari hasil survei Indikator yang menyebutkan bahwa 26,9% masyarakat Jawa Timur meyakini Ganjar Pranowo akan didukung oleh Nahdlatul Ulama (NU), disusul oleh Prabowo dengan 21,7%, dan Anies yang berpasangan dengan Gus Imin diangka 16,9%.
Baca Juga: Anies Baswedan Sebut Semua Mahal dan Utang Banyak di Pondok Nderesmo Surabaya
Selain itu, sejak November 2022 dukungan warga Jawa Timur yang merasa bagian NU kepada Anies Baswedan juga kian menurun. Hasil survei menyebutkan bahwa pada November 2022 Anies Baswedan mendapatkan angka 19,3 persen dari warga Muslim dan merasa bagian NU di Jawa Timur.
Sementara, dua calon lainnya Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto cenderung naik. Pada bulan November 2022 lalu, dukungan warga Jawa Timur yang merasa muslim dan bagian dari NU menempatkan Ganjar Pranowo sebagai peringkat pertama dengan 41,8% sementara Prabowo Subianto 32%. Pada bulan September 2023, angka Ganjar Pranowo menjadi 42,6% atau naik 0,8%. Sedangkan Prabowo Subianto naik drastis menjadi 35,8% atau naik 3,8%.
Baca Juga: Deklarasi Amin di Sidoarjo Tanpa Kehadiran Anies-Muhaimin
Menanggapi angka dari lembaga Survei Indikator itu, Anies Baswedan mengaku tidak mau ambil pusing. Menurutnya, hasil suatu survei merupakan kondisi atau potret angka yang terjadi sebelum berlangsungnya agenda kontestasi politik. Ia pun mencontohkan bahwa pada Pilgub Jakarta kemarin, ia selalu menjadi yang kalah dalam berbagai lembaga survei. Namun saat hari pemilihan, dirinya lah yang diumumkan menjadi pemenang dalam kontestasi Pilkada Jakarta.
“Kami sekarang konsentrasi untuk menjangkau semua, sosialisasi semua, karena saya yakin bahwa rakyat Indonesia menginginkan adanya keadilan, menginginkan adanya pembaharuan, dan itu yang kami tawarkan, kami sosialisasikan,” ujarnya usai menghadiri Haul Sayyid Sulaiman Mojoagung di Pondok Ndresmo Dalam, Minggu (01/10/2023) malam.
Saat ini, Anies sedang berfokus untuk menjangkau arus bawah agar dukungan untuk menang di Pemilu 2024 semakin besar. Ia tidak menampik bahwa setiap hasil survei dirinya selalu menjadi yang paling belakang. Namun, ia menyatakan tak mau terpaku pada hasil survei. Ia lebih memilih untuk berjuang bersama jajaran partai di Koalisi Perubahan untuk terus mewadahi aspirasi rakyat.
“Kami yang penting menjangkau, bertemu, silaturahmi, dan memberikan penjelasan soal tujuan pada semua masyarakat, karena angka-angka itu bisa gonta ganti. Sementara pemilu itu potret di tanggal 14 Februari, surveinya boleh naik turun,” tutup Anis.
Diketahui, berdasarkan hasil survei lembaga Indikator, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih memimpin di Jawa Timur dengan dukungan mencapai 23,7% disusul dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 12,9% dan Gerindra dengan 8,9%. (ang/ted)






