Tuban (beritajatim.com) – BMKG (Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika) Kabupaten Tuban mengimbau para nelayan tidak melaut untuk sementara. Ini lantaran adanya cuaca ekstrem yang memicu gelombang tinggi.
Imbauan BKMG ini berlaku untuk lima hari ke depan mulai Kamis (2/3/2023). Angin kencang diperkirakan masih akan terjadi.
Kepala BMKG Tuban, Zem Irianto Padama mengatakan, pada saat puncak musim kemarau maupun penghujan yang disertai dengan angin kencang, biasanya gelombang air laut akan meninggi.
“Perkiraan ketinggian gelombang air laut selama lima hari ke depan dari tanggal 3-7 Maret 2023 untuk perairan Tuban dan Lamongan,” ucap Zem Irianto Padama.
Zem menerangkan, pada 3-4 Maret 2023, perkiraan tinggi gelombang air laut berkisar 0,2 hingga 1,75 meter. Ketinggian ini masuk kategori sedang.
Baca Juga: GOR Tuban Segera Rampung, Telan Anggaran Rp8,9 M
Sedangkan pada 5 Maret 2023, tinggi gelombang diperkirakan menurun hingga 1 meter. Pada 6 Maret 2023, tinggi gelombangnya semakin berkurang.
“Sampai esok hari gelombang masih dalam kategori sedang, kami mengimbau untuk sementara ini masyarakat Tuban mengurangi aktivitas di laut,” tutur Zem.
Lebih lanjut, pihaknya mengacu pada konferensi pers dari Juanda, bahwa adanya pusat tekanan rendah di utara Australia dan akan berdampak pada potensi kenaikan kecepatan angin yang juga mengakibatkan kenaikan tinggi pada gelombang air laut.
“Sehingga untuk para nelayan khususnya bagi pemilik kapal-kapal kecil untuk tidak pergi melaut terlebih dahulu,” pungkasnya. [daf/beq]






