Surabaya (beritajatim.com) – Dewan Kesenian Jawa Timur didorong untuk menjadi wadah pelestarian kesenian dan kebudayaan. Baik dalam lingkup regional, nasional, maupun internasional melalui kerja sama berlandaskan semangat pengembangan dan pelestarian.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Jatim, Benny Sampirwanto menyampaikan Dewan Kesenian punya peran penting dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembinaan dan pengembangan kesenian. Sehingga kesenian dan kebudayaan di Jatim dapat lestari.
“Dewan Kesenian Jawa Timur ini menjadi salah satu lembaga yang diharapkan mampu mewadahi para seniman, pekerja seni dan budayawan untuk melestarikan kesenian. Tentunya Pemprov tidak akan diam, kami akan memfasilitasi demi pemajuan kebudayaan dan seni di Jawa Timur,” ujar Benny.
Benny menyatakan, kebudayaan harus dikenalkan kepada anak-anak sejak dini. Sebab, anak-anak menjadi penentu kelestarian kebudayaan di masa mendatang.
“Itulah mengapa, pelajaran seni budaya ada dalam pelajaran sekolah sejak dasar. Ini penting agar generasi kita memiliki kebangaan pada warisan leluhur ini,” kata dia.
Untuk mewujudkan hal ini, Dewan Kesenian Jati menggelar Jatim Art Forum 2022. Mengusung tema ‘Upnormal’, gelaran ini diselenggarakan di Komplek UPT Taman Budaya Jatim pada 11-13 Oktober 2022.
Ketua panitia Jatim Art Forum 2022 menyampaikan dalam sambutannya mengenai alasan kenapa acara ini mengusung tema Upnormal. Menurut dia, Upnormal merupakan sebuah kerja mencari pola meningkatkan praktik dan aktivisme seni yang mencerahkan dan penguatan (ekosistem seni).
“Melihat kenyataan fenomena saat ini (paska normal) yang telah mengubah atau mengembalikan banyak hal, ekosistem, proses produksi dan distribusi karya,” kata Supriyadi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Surabaya”]
Supriyadi meyakini melalui kegiatan Jatim Art Forum 2022 ini, Dewan Kesenian Jatim bisa memberikan semangat serta konsep baru pertunjukan pasca pandemi Covid-19. Pihaknya merasa perlu menghadirkan semangat baru untuk meningkatkan meningkatkan kemampuan manusia dan sumber daya keberagaman budaya yang ada.
“Sehingga kehadiran seni tidak melulu sebagai hiburan, kebaruan, atau kalau lebih serius kesadaran, tetapi ia juga bisa menjadi dirinya sendiri yang lahir dan besar bersama kenyataan-kenyataan kehidupan,” kata Supriyadi.
Jatim Art Forum sendiri merupakan rangkaian kegiatan kesenian tahunan yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jatim. Kegiatan ini meliputi pameran lukisan dan seni instalasi, pertunjukan dan drama tari, pertunjukan teater, pertunjukan sastra dan monolog, pertunjukan musik, dan pemutaran film pendek karya filmmaker Jawa Timur.






