Lamongan (berirajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Lamongan, PKK Kabupaten Lamongan, dan Kemenag Lamongan sukses memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui kegiatan edukasi reproduksi secara seri kepada 5.637 siswa/siswi SMP di Kabupaten Lamongan.
Diketahui, kegiatan yang bersifat serial tersebut dikemas dalam kegiatan Young Health Fun Camp yang dimulai sejak bulan Januari 2024. Kegiatan itu bakal digelar secara terus menerus mengingat manfaatnya dapat dirasakan secara langsung, utamanya di era kemajuan teknologi yang rawan akan terjadinya kenakalan remaja.
Piagam pemecahan rekor tersebut diserahkan langsung oleh Perwakilan MURI Sri Widayati kepada Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam kegiatan Collaboration Night Lamongan Medical Week (LMW) 2024.
Atas diterimanya piagam itu, Bupati Yuhronur menyampaikan bahwa kegiatan edukasi reproduksi yang dianugerahi penghargaan MURI itu bertujuan untuk mencegah terjadinya kasus stunting di Lamongan.
Yuhronur menilai bahwa pencegahan stunting menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menyiapkan generasi emas 2045 yang unggul dan berdaya saing. Oleh sebab itulah, para siswa dan siswi dari 28 sekolah menegah pertama (SMP) se-Lamongan diedukasi tentang reproduksi pada kegiatan ini.
“Salah satu faktor dalam menyambut Indonesia Emas 2045 ialah menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pencegahan terjadinya stunting bisa dilakukan sedini mungkin,” tuturnya.
Bupati Yuhronur mengaku bahwa upaya penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Lamongan terbilang berhasil. Hal itu dibuktikan dengan penurunan persentase stunting dari angka 27,5 persen menjadi 9,4 persen (data dari Survei Kesehatan Indonesia 2023).
Sementara itu, Ketua IDI Cabang Lamongan Budi Himawan mengatakan bahwa rangkaian kegiatan yang ada dalam LMW 2024 ini sebagai penanda Hari Bakti Dokter Indonesia yang ke-116 dan Hari Jadi Lamongan ke-455.
Oleh sebab itu, sambung Budi, momen yang spesial tersebut dirayakan dengan memberikan layanan kesehatan jangka pendek hingga panjang kepada masyarakat Lamongan, termasuk kegiatan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.
“LMW 2024 ini kita mulai sejak tanggal 18 Mei hingga 24 Mei. Dalam rangkaiannya banyak sekali kegiatan yang menciptakan kedekatan tenaga kesehatan dengan masyarakat. Seperti layanan kesehatan jangka pendek contohnya pemberian pengobatan gratis dan lainnya,” terang Budi.
“Sedangkan layanan kesehatan jangka panjang, kita berikan berupa ragam edukasi kesehatan hingga penanaman dua ratus pohon buah (mangga, jambu air, jambu kristal dan lainnya). Hasil buahnya nanti akan disalurkan bagi ibu hamil hingga pemenuhan gizi pada balita di Lamongan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Budi mengungkapkan, LMW 2024 tidak hanya diprakarsai oleh IDI cabang Lamongan dan OPD terkait saja, melainkan juga dibantu oleh layanan kesehatan yang ada di Lamongan hingga akademisi, yakni 14 rumah sakit, 2 klinik pratamadan 1 universitas.
“Terimakasih atas kolaborasi dan dukungan dari seluruh pihak, karena memang tahun ini tema kita ialah Kolaborasi Menuju Lamongan Sehat Megilan,” tutupnya.[riq/kun]






