Surabaya (beritajatim.com) – Limfoma hodgkin adalah jenis kanker yang muncul pada sistem kelenjar getah bening.Meski demikian, ini salah satu jenis kanker yang punya harapan sembuh yang tinggi.
Dilansir dari Data Global Burden of Cancer (GLOBOCAN) tahun 2020 mencatat ada 1.188 pasien baru yang terdiagnosis penyakit ini.
Adapun angka kematian akibat limfoma hodgkin yang terjadi di tahun 2020 telah mencapai 363 kasus. Dilansir dari healthy.com pemeriksaan perlu dilakukan guna mendiagnosis limfoma hodgkin.
Hal ini meliputi yaitu wawancara medis dan pemeriksaan fisik, biopsi juga pemeriksaan imunohistokimia. Beberapa gejala yang terjadi diantaranya sebagai berikut.
Pembesaran di area kelenjar getah bening
Gejala limfoma hodgkin umumnya berupa pembesaran pada area kelenjar getah bening di leher, ketiak, juga pangkal paha. Gejala ini juga disertai dengan demam yang muncul tanpa sebab.
Berkeringat pada malam hari
Jika Anda sering berkeringat pada malam hari yang disertai penurunan berat badan
lebih dari 10 persen dalam enam bulan berturut-turut ini merupakan gejala dari Limfoma Hodgkin.
Gejala lain
Gejala lain yang perlu diwaspadai yaitu kulit gatal-gatal, kelelahan ekstrim, dan intoleransi pada alkohol. Gejala itu yang bisa dikenali jika seseorang mengalami kanker getah bening atau limfoma hodgkin.
Selain itu, ada beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan kemunculan kanker limfoma hodgkin atau getah bening. Faktor paling utama (dengan persentase 40 persen) yaitu seseorang yang punya riwayat terinfeksi virus epstein-barr (EBV).
Selain itu, ada lagi faktor lain, seperti: pertama, penurunan sistem imun. Orang yang punya penyakit auto-imun atau mengkonsumsi obat penekan sistem imun, punya resiko lebih tinggi terkena limfoma Hodgkin.
Kedua, riwayat keluarga. Bagi seseorang yang punya keluarga dengan riwayat limfoma hodgkin, juga berisiko lebih tinggi dapat terkena kanker ini.
Ketiga, jenis kelamin. Kanker limfoma hodgkin lebih rentan dialami oleh pria ketimbang dialami oleh wanita. Keempat, faktor usia.
Selain jenis kelamin, faktor usia turut mempengaruhi resiko terkena kanker limfoma hodgkin. Kanker jenis ini umumnya rentan dialami oleh usia rentan usia 15-30 tahun atau kelompok muda ketimbang usia lebih dari 55 tahun atau kelompok tua. (dan/ian)






