Lamongan (beritajatim.com) – Warga Lamongan dibikin geger atas meninggalnya seorang kakek bernama Takrip (78), warga asal Sidorukun RT 01 RW 06 Kelurahan Sidoharjo, Kabupaten Lamongan, dalam keadaan membusuk penuh belatung.
Kakek tersebut ditemukan meninggal di kolam belakang rumah milik Tunik, Desa Sumberjo Kecamatan/Kabupaten Lamongan. Sementara di TKP, tak jauh dari jasad korban juga ditemukan jejak rumput yang sudah mengering yang diduga milik korban.
“Korban ditemukan pada posisi miring ke sebelah kiri, dengan kepala berada di utara,” ujar Kapolsek Lamongan Kota, Kompol Fandil melalui Kasi Humas Polres Lamongan, Iptu Jinanto, kepada wartawan, Kamis (24/2/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”mayat”]
Menurut Jinanto, korban diduga terpeleset dan tercebur ke kolam yang airnya surut dan tinggal berupa tanah lumpur. Sehingga, diduga usia yang sudah udzur dan pikun menjadi pemicu korban tak lagi mampu menguasai diri saat tercebur ke kolam berlumpur hingga akhirnya meninggal.
Lantaran penasaran, lanjut Jinanto, saksi mencoba untuk mencari tahu arah bau tak sedap tersebut dan diketahui ada jasad seseorang kakek tua.
“Jasad korban pertama kali ditemukan oleh saksi Tunik, pemilik kolam yang curiga saat mencium bau tak sedap dari arah belakang rumahnya,” terang Jinanto.
Karena kaget saat melihat jasad itu, Tunik kemudian berlari dan melaporkan atas apa yang dilihatnya ke Kepala Desa, Sumantri, untuk kemudian dilanjutkan ke Polsek Lamongan Kota.
Mendapat laporan tersebut, akhirnya Kapolsek Lamongan, Kompol Fandil bersama Panit 1 Reskrim, Ipda Moch Sokep, Panit II Ipda Joko Aprianto, Panit IK Aiptu Sofyan Ali, anggota Reskrim, Bripka Luthfi, Briptu Wijaya, Bhabinkamtibmas, Aiptu Ely dan Tim Medis RSUD dr Soegiri langsung menuju ke TKP untuk mengevakuasi korban. “Tidak di temukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban,” papar Jinanto.
Selanjutnya, korban diserahkan ke pihak keluarga. Lalu, pihak keluarga menyertakan surat pernyataan penolakan untuk tidak dilakukan otopsi dari ahli waris.
Salah satu anggota keluarga korban, Sunarto (56) memberikan keterangan, bahwa korban diketahui sudah dalam kondisi pikun dan meninggalkan rumahnya sejak Sabtu (19/2/2022) lalu, serta tak kembali sampai akhirnya ditemukan sudah meninggal.[riq/kun]






