Blitar (beritajatim.com) – Ali Mashar, menjadi orang pertama yang menggali lubang cor di dalam rumah Suprio Handono alias Nuhan di Desa Bacem Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Pria paruh baya itu menjadi saksi ditemukannya jasad Fitriana, istri dari Nuhan.
Menurut Ali Mashar, jasad Fitriana belum sepenuhnya menjadi kerangka. Bagian badan dan tangan masih bisa dikenali bahwa itu adalah jasad Fitriana.
Saat ditemukan di dalam lubang, kondisi jasad juga dalam keadaan telanjang bulat, tanpa sehelai kain pun menempel di badan perempuan asal Kendari, Sulawesi Tenggara tersebut.
“Yang saya heran itu saat saya bongkar telanjang bulat itu, tanpa ada kain. Baju ada ditaruh di samping kiri dan kanang jenazah dan ikut dicor,” kata Ali Mashar, Jumat (24/11/23).
Ali Mashar pun menceritakan bahwa saat ditemukan jasad Fitriana seperti orang jongkok. Kedua tangannya berada di depan dada seperti orang berdoa.
“Posisinya masih bisa terlihat jelas kalau dia (Fitriana) posisinya kayak jongkok tangannya seperti berdoa, mungkin menguburnya itu dipaksa atau bagaimana,” cerita Ali Mashar sembari memperagakan posisi jenazah.
Menurut Ali, sejak awal menggali lubang dirinya dan para tukang bangunan sudah menduga kalau itu jenazah Fitriana. Hal itu ketahuan dari warna rambut yang ditemukan pada bagian atas lubang.
“Itu saya gali-gali kog masih bata, saya gali lagi masih bata, setelah itu baru alat yang saya buat menggali itu menyentuh benda itu saat saya lihat udah rambut pirang, wah ya ini, kog tega,” ucapnya Ali sambil mengusap air matanya.
Ali Mashar pun menceritakan bahwa awalnya kakak dari Nuhan curiga saat sedang merenovasi atap rumah yang baru saja dibelinya 2 bulan lalu. Dari atas bangunan rumah, sang kakak menaruh curiga pada lantai kamar belakang yang baru saja dicor.
Menurut Ali, sang kakak sempat diberitahu oleh Suprio Handono alias Nuhan bahwa di rumah tersebut telah dipasangi jimat. Sang kakak pun diminta untuk tidak membongkar lantai yang baru saja ia cor. Lantaran di lokasi tersebut ada sebuah jimat yang telah ia tanam.
Bukan percaya, sang kakak justru menaruh curiga bahwa lubang cor di kamar belakang tersebut dibuat untuk menyimpang narkoba oleh Nuhan. Maka dari itu sang kakak bersama para tukang dan Ali Mashar berinisiatif untuk membongkar lubang cor baru tersebut.
Baca Juga: Kerangka Manusia di Blitar Diduga Dibunuh dan Dikubur oleh Sang Suami
Disitulah sang kakak dan Ali Mashar terkejut bukan main. Pasalnya yang ditemukan dari lubang itu bukan narkoba atau jimat melainkan sosok manusia yang diketahui merupakan Fitriana istri dari Nuhan.
“Iya dari atas itu Kakaknya Nuhan itu bilang ‘sananu iku engko gawe nyimpen narkoba cah kyog ngono ae’. Setelah itu baru dibongkar bersama-sama dan ketahuan itu,” tutupnya.
Polres Blitar Kota sendiri telah memastikan bahwa kerangka manusia yang ditemukan di dalam rumah Nuhan tersebut sebagai Fitriana. Identitas itu terungkap setelah Satreskrim Polres Blitar Kota melakukan penyelidikan secara saintifik.

Pihak Polres Blitar Kota juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga Fitriana yang ada di Kendari, Sulawesi Tenggara untuk memastikan bahwa itu benar anggota keluarganya. Hasilnya pihak keluarga yang ada di Kendari membenarkan bahwa selama 2 tahun terakhir mereka telah putus kontak dengan Fitriana yang berada di Blitar.
“Iya identitasnya benar itu, kami juga sudah berkomunikasi dengan keluarga yang di Kendari untuk memastikan kebenarannya,” kata Iptu Samsul Anwar, Kasi Humas Polres Blitar Kota.
Satreskrim Polres Blitar Kota sendiri saat ini tengah memeriksa secara mendalam suami dari Fitriana yakni Surpio Handono alias Nuhan. Nuhan diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan terhadap Fitriana. (owi/ted)






