Gaya Hidup

Warganet Soroti Nasi Pecel Tumpang Jalan Doho Kediri Mahal, Ini Saran Disperindag

Salah satu pedagang Nasi Pecel-Tumpang di Jalan Doho Kediri

Kediri (beritajatim.com) – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, Tanto Wijohari mengatakan, pihaknya memberikan imbauan kepada pedagang nasi pecel tumbang di sepanjang Jalan Doho Kota Kediri. Imbauan tersebut berisi tentang daftar harga yang harus dicantumkan.

“Dinas hanya bisa memberikan surat imbauan saja, nanti untuk SK akan dikeluarkan oleh Pemkot Kediri dengan tanda tangan Sekretaris Daerah (Sekda). Karena untuk SK harus ada dasar hukum yang mendasari aturan tersebut dikeluarkan,” katanya.

Imbauan dari Disperindag ini merupakan tindak lanjut dari fenomena harga nasi pecel tumpang mahal yang disoal oleh pelanggan dan warganet. Di media sosial ramai pernyataan pembeli nasi pecel di Jalan Dhoho mengeluhkan mahalnya harga menu makanan legendaris Kota Kediri ini.

Ada warganet yang berceletuk membeli dua porsi nasi ditambah dengan lauk dua telur. Dia kaget, karena harus menghabiskan uang sekitar Rp 45 ribu untuk makanan yang dibungkus untuk dimakan di rumah tersebut. Beberapa hari setelahnya Pemkot Kediri melakukan sidak dan berkomunikasi dengan kelompok pedagang. Dalam komunikasi tersebut disepakati agar dicantumkan harga di daftar menu yang bisa dilihat pembeli sebelum memesan makanan.

Menurut Tanto imbauan sementara akan disebar di pedagang makanan sekitaran Jalan Dhoho saja. Setelah ada SK kemungkinan besar tidak hanya pedagang di Jalan Dhoho saja yang harus mencantumkan harga, tetapi semua pedagang di Kota Kediri.

“Kalau sudah ada SK bisa berlaku untuk semua pedagang di Kota Kediri,” imbuhnya.

Tindakan ini dilakukan agar pedagang lain yang mematok harga normal tidak mendapatkan imbas penurunan pelanggan. Kejadian ini sebenarnya pernah terjadi di kota-kota besar seperti Yogyakarta yakni di Jalan Malioboro.

Akibat keluhan di media sosial tersebut salah satu pedagang yang mematok harga normal merasakan imbasnya. Endah, pedagang nasi pecel tumpang di Jalan Doho mengaku penjualannya sempat menurut setelah kabar tersebut beredar.

“Jadi dampaknya terkena semua. Padahal untuk harga nasi pecel tumpang di saya normal untuk seporsi Rp 8.000,” ujarnya.

Mengenai kebijakan untuk mencantumpang daftar harga di menu makanan dia menyetujui. Dengan cara itu menurutnya pembeli dari dalam atau luar daerah Kediri tidak ragu lagi untuk datang dan makan di pedagang nasi pecel tumpang pilihan mereka.

“Jadi jangan sampai pembeli ragu untuk membeli nasi pecel tumpang di Jalan Doho ini. Pasti setelah adanya kunjungan dari pihak Dinas, maka harga dipastikan akan kembali normal. Terlebih juga adanya saran untuk mencantumkan daftar harga makanan. Jadi, silahkan pembeli tak perlu khawatir harga akan mahal,” tutupnya. [nm/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar