Lamongan (beritajatim.com) – Pawai ogoh-ogoh di Desa Pancasila, yakni Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan bakal digelar kembali pada Selasa (21/3/2023) mendatang.
Untuk menyambut pawai ogoh-ogoh tersebut, masyarakat di desa setempat tengah mempersiapkan diri dalam menyemarakkan acara yang menjadi bagian dari rangkaian upacara Hari Raya Nyepi itu.
Diketahui, pawai ogoh-ogoh merupakan ritual keagamaan masyarakat Hindu di Desa Balun yang digelar menjelang perayaan hari raya Nyepi. Ogoh-ogoh itu menggambarkan tokoh Bhatarakala yang memiliki wujud besar dan menakutkan.
Nantinya, ogoh-ogoh itu akan dibakar sebagai simbol musnahnya angkara murka atau kejahatan di dunia.
Dalam kesempatan ini, Kepala Desa Balun, Khusyairi mengatakan bahwa persiapan dalam pembuatan ogoh-ogoh itu telah dimulai oleh masyarakat setempat sejak 3 bulan lalu.
Menurutnya, masyarakat di desanya pada tahun ini sangat antusias dalam menyambut pawai ogoh-ogoh di desa yang dikenal dengan sebutan Desa Pancasila itu. Pasalnya, pawai itu sempat vakum selama 3 tahun, akibat pandemi Covid-19.
“Persiapan memang dimulai jauh-jauh hari, karena pengerjaannya tidak setiap hari. Biasanya proses pembuatan ogoh-ogoh dikerjakan setelah kerja atau saat waktu luang. Masyarakat sangat antusias dalam menyambut pawai ini,” ujar Kades Khusyairi, Kamis (16/3/2023).
Baca Juga:
9 Fakta Langgar Dhuwur Lamongan, Surau Ratusan Tahun Diusulkan Jadi Cagar Budaya
Khusyairi juga menyebut, bakal ada belasan ogoh-ogoh pada pawai ogoh-ogoh mendatang. Ogoh-ogoh ini tidak hanya dimeriahkan oleh umat Hindu saja, namun juga dari umat agama lain yang ada di Desa Balun. Bahkan sekelompok pemuda juga turut berkontribusi dalam pawai itu.
Diungkapkan Khusyairi, keterlibatan umat non Hindu dalam rangkaian perayaan Nyepi di Desa Balun itu bukanlah suatu hal yang mengherankan, sebab masyarakat di desanya sedari dulu memang dikenal memiliki nilai toleransi antar umat beragama yang tinggi.
Tak cukup itu, sambung Khusyairi, rumah ibadah lintas agama mulai dari Pure, Masjid dan Gereja yang ada di Desa Balun itu letaknya sangat berdekatan. Rumah ibadah itu, tepatnya berada di sekitar lapangan desa setempat.
“Tahun ini ada banyak sekali (ogoh-ogoh), tidak hanya umat Hindu yang merayakan pawai ogoh-ogoh, tapi juga umat Islam, Kristen juga berkeinginan yang sama, turut berpartisipasi juga dalam membina kerukunan umat beragama. Masing-masing RT juga ada. Di sini ada 13 RT, mereka membuat ogoh-ogoh yang nantinya disumbangkan ke pihak pure saat perayaan nanti,” ungkapnya.
Saat ditanya mengenai persiapan khusus yang dilakukan dalam pawai ogoh-ogoh itu, Khusyairi berkata, tak ada persiapan yang dikhususkan meski tahun ini menjadi kali pertama pawai ogoh-ogoh kembali digelar pasca Covid-19.
Baca Juga:
Langgar Dhuwur Lamongan Diusulkan Jadi Cagar Budaya
“Saya rasa tidak ada (persiapan khusus) dan ini sudah menjadi kegiatan umum di Desa Balun. Alhamdulillah tahun ini bisa menggugah warga, baik muslim maupun non muslim untuk turut berpartisipasi,” paparnya.
Meski tak ada persiapan khusus, Khusyairi menerangkan, ada perbedaan yang mencolok pada pawai ogoh-ogoh di tahun ini, yakni pawai dimulai lebih awal jika dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu lantaran waktu perayaan Hari Raya Nyepi berdekatan dengan hari pertama puasa Ramadan.
Dimulainya lebih awal pawai itu, tegas Khusyairi, merupakan hasil kesepakatan dari berbagai pihak, baik umat Hindu dan masyarakat yang ada di Desa Balun. Dia juga berharap, pawai ini akan berjalan lancar dan tanpa ada kendala apapun.
“Kami sudah bekerjasama dengan pihak terkait, baik pihak pure sendiri, umat Hindu atau tokoh masyarakat Hindu Desa Balun, kemudian juga bekerjasama dengan Muspika. Kami sepakat agenda kegiatan pawai ogoh-ogoh dimajukan. Kita mulai jam 1 siang, sehingga nanti saat maghrib diperkirakan sudah selesai. Jadi tidak mengganggu pelaksanaan kegiatan antara umat Hindu dan umat Islam yang akan mengawali Ramadan,” jelasnya.
Sebagai informasi, pawai ogoh-ogoh di Desa Pancasila Lamongan ini menjadi salah satu agenda jenis tradisi budaya yang masuk dalam kalender event pariwisata 2023 Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lamongan. [riq/beq]






