Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Mengintip Sejarah Rel Jalan Bogowonto Madiun, Calon Lokasi Kuliner Dalam Kereta

Madiun (beritajatim.com) – Jalan Bogowonto Madiun jadi lokasi yang cukup bersejarah di Kota Pendekar. Jalan yang dulunya dilalui kereta api jurusan Madiun Ponorogo itu digali ulang setelah tertutup sejak tahun 1980-an.

Pemkot setempat hendak membangun tempat kuliner di dalam kereta api yang ditempatkan di rel tua di Jalan Bogowonto tersebut.

Andrik Supriyanto, pemerhati sejarah Kompas Madya Kota Madiun mengungkapkan bahwa dulunya rel tersebut sudah ada sejak tahun 1907. Rel tersebut adalah salah satu rangkaian rel jalur kereta api Madiun-Ponorogo. Rel tersebut merupakan jalur tikungan dari arah Pasar Besar Madiun yang mengarah ke Pasar Sleko dan terus ke selatan menuju Ponorogo.

”Dulu memang jadi salah satu jalur perekonomian warga. Kala itu kereta api uap jadi sarana transportasi tercepat. Saat itu baru ada sepeda, belum ada kendaraan bermotor, jadi jalur Madiun- Ponorogo cukup ramai. Baik digunakan untuk kereta barang ataupun angkut penumpang,” kata Andrik pada beritajatim.com, Minggu (3/4/2022)

Ada beberapa stasiun yang dilewati berada di sepanjang jalur tersebut. Mulai stasiun Madiun, Stasiun Pasar Besar, Stasiun Pabrik Gula Pagotan, Stasiun Mlilir, dan berakhir di Stasiun Ponorogo. Beberapa bangunan stasiun itu masih ada, meski sebagian sudah berganti jadi bangunan baru dan sudah berbeda fungsi.

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi transportasi, kereta uap mulai ditinggalkan. Banyak masyarakat yang beralih ke kendaraan bermotor. Sehingga, jalur kereta Madiun Ponorogo mulai dihentikan. Rangkaian rel pun mulai ditimbun oleh aspal. Tepatnya di awal tahun 1980-an.

”Sehingga, rel itu terkubur sampai saat ini dan sudah digali ulang oleh Pemkot Madiun. Tapi hanya di satu titik saja karen fokusnya hanya di Bogowonto,” katanya.

Dirinya mengapresiasi upaya Pemkot untuk menggali ulang rel di jalan menikung dari arah Jalan H Agus Salim menuju Jalan Kolonel Marhadi itu. Meski tak bisa sepenuhnya menghidupkan jalur transportasi seperti fungsi awalnya di masa lalu.

”Karena konsepnya pemkot kali ini kan hanya mengadaptasi relnya. Kemudian digunakan untuk kegiatan pariwisata. Yakni kulineran di dalam kereta api,” kata Andrik.

Untuk diketahui, Kuliner dalam kereta tersebut bukan lantas dibuat berjalan. Tetapi berdiam di lokasi. Biarpun begitu tetap ada relnya. Pemerintah Kota Madiun menggandeng PT KAI untuk urusan rel ini. Sedang, gerbongnya bekerja sama dengan PT INKA. Gerbong tersebut nantinya tempat kuliner. Tetapi bisa juga difungsikan untuk rapat atau pertemuan. Gerbong saja tentu belum cukup. Untuk lokomotif, Pemerintah Kota Madiun mendapat sumbangan dari PG Redjo Agung.

Pun, pekerjaan telah dimulai. Petugas mulai mencari kembali keberadaan rel yang saat ini sudah tertutup aspal. Rel tersebut akan dikembalikan sesuai kebutuhan. Sepanjang gerbong dan lokomotifnya. Wali kota menambahkan Pemerintah Kota Madiun juga akan melakukan penataan sekitarnya. (fiq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar