Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Makam Sunan Drajat Tetap Ramai Meski Pandemi Covid-19

Bus berjajar di area Makam Sunan Drajat.

Lamongan (beritajatim.com) – Meski angka pertumbuhan Covid-19 di Kabupaten Lamongan terbilang tinggi, pariwisata di Lamongan masih kerap dipadati pengunjung. Wisatawan yang berkunjung juga datang dari sejumlah daerah tetangga. Hal itu seperti yang terlihat di salah satu tempat wisata religi di Kecamatan Paciran Lamongan, yakni makam Sunan Drajat.

Dari pantauan beritajatim.com, pada Minggu (27/6/2021), animo masyarakat untuk melakukan ziarah di makam Sunan Drajat masih cukup tinggi, ditandai adanya sejumlah kendaraan berplat luar daerah yang nampak memenuhi halaman parkiran. Bahkan, antrean di gerbang masuk area makam terlihat mengular.

 

Dalam kesempatan tersebut, Sujito selaku petugas keamanan parkir mengungkapkan, bahwa pengunjung di makam Sunan Drajat di tengah pandemi Covid-19 saat ini masih terbilang wajar, karena ramainya pengunjung hanya bisa didapati pada hari Sabtu dan Minggu saja. Selain di dua hari tersebut, pengunjung sepi.

“Pada hari Sabtu dan Minggu ramai, tapi kalau selain dua hari tersebut pengunjungnya biasa-biasa saja. Apalagi kalau jam-jam malam, ya malah sepi,” ungkap Petugas asal Desa Drajat tersebut, Minggu (27/6/2021).

Terkait langkah antisipasi yang dilakukan dalam penanggulangan Covid-19, Sujito menyampaikan, bahwa petugas makam tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara baik. Menurutnya, pihak makam telah menyiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan beberapa spanduk yang bertuliskan tentang imbauan.

“Kepada pengunjung, setiap hari kita ingatkan untuk 3 M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Tapi terkadang kalau pas hari Minggu agak susah, nggak mengikuti kalau pas orang banyak, cuman tetap kita nasehati dan kita umumkan lewat speaker,” terang pria berumur 50 tahun tersebut.

Lebih lanjut, Sujito juga menjelaskan, walaupun tak seramai sebelum pandemi, kebanyakan pengunjung yang berziarah di makam datang dari luar daerah Lamongan. “Kisaran perhari kalau pas hari Sabtu atau Minggu ini kurang lebih ya ada 100 bus dan beberapa kendaraan lain, yang banyak dari luar Lamongan,” sambungnya.

Dari informasi yang dihimpun, karcis atau tiket masuk yang diberlakukan di wisata religi Sunan Drajat ini tergantung dari kapasitas kendaraan dan muatan penumpangnya. Diketahui, untuk mobil kecil dikenakan biaya Rp 10 ribu beserta parkirnya, Elf Rp 25 ribu, dan bus Rp 65 ribu.

Sementara itu, salah satu pengunjung asal Bojonegoro, Nur Abidin (31) menyampaikan bahwa ia beserta rombongan rutin melakukan ziarah ke Makam Sunan Drajat. “Kegiatan seperti ini rutin kami lakukan, biasanya kami rombongan,” ujarnya

Saat ditanya mengenai penerapan prokes di area Makam Sunan Drajat, Abidin menyebutkan, bahwa ia bersama rombongan telah diingatkan oleh petugas untuk mematuhi aturan yang telah diterapkan di area Makam Sunan Drajat. “Saat kami masuk, tadi diingatkan, untuk mencuci tangan, masker harus selalu dipakai, dan tetap jaga jarak,” pungkasnya. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar