Gaya Hidup

Lamongan Kembangkan Destinasi Taman Wisata Airlangga di Sekitar Candi Pataan

Bupati YES bersama Rektor UNISLA Bambang Eko Muljono dan Kades Pataan Subakri dalam kegiatan Opening Ceremony KKN UNISLA dan penandatangan prasasti taman wisata Pataan, Senin (2/7/2021)

Lamongan (beritajatim.com) – Sebuah Destinasi Wisata Alam di Kabupaten Lamongan bernama Taman Wisata Airlangga sebentar lagi akan segera dibangun di sekitaran Candi Pataan yang berada di Desa Pataan Kecamatan Sambeng.

Realisasi program ini merupakan hasil kerjasama Badan Riset dan InovasiĀ  Nasional Kemenristek dengan Universitas Islam Lamongan (UNISLA) dan Pemerintah Kabupaten Lamongan.

Dalam kegiatan Opening Ceremony Kuliah Kerja Nyata (KKN) Merdeka sekaligus penandatangan Prasasti Taman Airlangga Pataan, Rektor UNISLA, H Bambang Eko Muljono SH MHum MM mengungkapkan, bahwa pihaknya akan terus mendampingi kemauan masyarakat desa dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam memanfaatkan potensi desa yang sudah ada dan pernah digali tersebut.

“Kita kordinasikan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk kemudian kita bantu dalam membuatkan desainnya. Dan nantinya hal tersebut akan dikelola oleh pihak desa melalui BUMDesa,” ungkap Bambang Eko Muljono saat diwawancarai, Senin (3/7/2021).

Menurut Bambang Eko Muljono, proses pembanguna Taman wisata Airlangga tersebut intinya bukan untuk mengubah wujud asli dari situs Candi Pataan, namun membangun Destinasi Wisata Alam yang berada di lokasi sekitar Situs Candi Pataan ini.

“Ini bukan Candinya, tapi di luar Candi. Hal itu dimaksudkan demi mendukung para wisatawan yang ingin melihat keberadaan Candi Pataan sekaligus bisa berwisata dan tour di sekitaran Candi untuk menikmati pemandangan alam yang eksotis,” terang Bambang Eko Muljono.

Perlu diketahui, di Desa Pataan ini juga terdapat beberapa potensi yang ditemukan, utamanya yang berkaitan dengan Sumber Daya Alam. “Potensi-potensi itu sudah kami diskusikan lebih lanjut dengan Pemdes dan aparat untuk diproduksi bersama melalui BUMdesa, salah satunya adalah Secang, yang sudah banyak diambili oleh orang luar Lamongan,” sambungnya.

Selanjutnya, Rektor UNISLA tersebut juga mengaku, bahwa pihaknya telah beberapa kali meninjau dan berkeliling di sekitar lokasi. Menurutnya, pemandangan alam yang bagus di sana bisa menjadi modal yang luar buasa dalam pembangunan ke depan. “Nantinya, masyarakat desa jelas juga akan dilibatkan dalam proses pengerjaannya, agar mereka merasa sangat memiliki terhadap lokasi bersejarah itu. Karena bagaimanapun juga, hal ini dilakukan untuk kebaikan masyarakat Lamongan,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Lamongan Dr Yuhronur Efendi (YES) yang juga berkesempatan hadir dan membuka acara tersebut menyampaikan, bahwa program pembangunan Taman Wisata Airlangga ini dilakukan guna menjaga warisan yang ada serta mengangkat potensi situs sebagai unit usaha desa.

“Dengan adanya destinasi wisata alam dan potensi-potensi lainnya yang terus digali tersebut, nantinya Desa Patakan ini diharapkan bisa lebih maju dan dikenal semua orang. Selain itu, hal ini juga dimaksudkan untuk melestarikan dan mengembangkan situs bersejarah tersebut,” tutur Bupati YES.

Dengan didukung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional, lanjut Bupati YES, program ini menjadi sebuah inisiatif yang sangat bagus sekali. “Saya menyambut baik dan senang sekali. Kami juga akan membantu agar Taman Wisata Airlangga jadi kebanggaan Lamongan. Temuan ini adalah saksi bahwa kejayaan sudah dimulai semenjak dulu, mulai dari temuan-temuan situs yang ada di utara sampai selatan. Mudah-mudahan Taman Wisata Airlangga akan memberikan spirit untuk mencapai kejayaan Kabupaten Lamongan, sesuai dengan visi misi kami,” paparnya.

Kemudian, Bupati YES juga menjelaskan, bahwa dengan dibangunnya Taman Wisata Airlangga ini diharapkan pertumbuhan ekonomi warga setempat bisa meningkat. Pihaknya juga meminta kepada semua pihak terkait untuk terus bergotong dan bersinergi demi kemajuan Lamongan.

Tak hanya itu, Bupati YES juga berpesan dalam kegiatan tersebut khususnya kepada para mahasiswa yang menjalani KKN untuk menjadikan pandemi ini sebagai tantangan, dan justru tidak malah menjadikan putus asa. “Mari bersama-sama mensosialisasikan agar masyarakat terbiasa untuk disiplin menerapkan prokes, serta membantu masyarakat dalam pelaksanaan vaksinasi demi tercapainya percepatan herd immunity,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepada Desa (Kades) Pataan, Subakri Cahyo Utomo mengucapkan rasa terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan bekerjasama untuk menggali potensi desa yang ada. Ia berharap, masyarakat bisa tambah sejahtera dan pendapatannya terangkat,

“Kami berterimakasih kepada semua Pihak, khususnya UNISLA, banyak sisi potensi desa, seperti beberapa manfaat makanan yang sebelumnya masyarakat tidak tahu sekarang jadi tahu. Semoga perekonomian masyarakat lebih sejahtera, karena rata-rata di desa banyak masyarakat desa yang masih berada di bawah garis kemiskinan,” beber Kades Subakri.

Kades Subakri menyebutkan, akan lebih mengoptimalkan potensi yang ada. “Di Pataan ini ada beberapa produk yang bagus, seperti Secang, keripik pisang kidang, dan sebagainya. Juga hampir di beberapa dusun yang ada di Patakan ini ada sendangnya dan dengan mata air yang bagus, sehingga bisa digunakan untuk pengolahan air minum mineral,” lanjutnya.

Terakhir, dalam kegiatan ini juga diakhiri secara simbolis dengan penandatangan prasasti taman wisata Pataan, yang secara resmi dilakukan oleh Bupati Yuhronur Efendi, Rektor Unisla Bambang Eko Muljono, dan Kepala Desa Pataan Subakri Cahyo Utomo.

Bupati YES bersama Rektor UNISLA Bambang Eko Muljono dan Kades Pataan Subakri dalam kegiatan Opening Ceremony KKN UNISLA dan penandatangan prasasti taman wisata Pataan, Senin (2/7/2021)

Dari informasi yang dihimpun, rencananya akan dibangun miniatur Candi Pataan dan patung Garuda Wisnu Kencana yang diletakkan di selatan situs yang dibangun di atas tanah kas desa, sehingga sejarah peradaban Raja Airlangga lebih dikenal. Bahkan, juga akan ada beberapa macam satwa asli dari lingkungan hutan yang ada di Pataan, seperti Merak maupun Kijang Hutan yang masih banyak ditemui sampai sekarang.

Situs Patakan tersebut, kemungkinan besar berasal dari abad 10-11 Masehi, hal itu sesuai batu Prasasti Pataan yang tertulis dalam huruf Jawa Kuno, dan berlangsung hingga masa Majapahit. Hal ini juga dibuktikan dengan ditemukannya fragmen porcelain dari Dinasti Song pada abad 10-13 masehi. Selain itu, dari ekskavasi di lokasi ini, ada temuan mata uang China dari Dinasti Song dan Dinasti Ming abad 14-17 Masehi.

Lebih jauh, situs yang berada di Dusun Montor, Desa Patakan, Kecamatan Sambeng ini ditemukan pada tahun 2013 lalu. Situs Patakan merupakan kompleks bangunan dengan luas 5.112 meter yang dibatasi oleh dinding keliling yang membentuk denah persegi empat dengan ukuran 72 meter x 71 meter.[riq/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar