Gaya Hidup

Keistimewaan dan Amalan Nisfu Sya’ban

Pamekasan (beritajatim.com) – Sya’ban merupakan bulan kedelapan dari 12 bulan dalam kalender hijriah, sekaligus sebagai salah satu bulan utama bagi umat Islam yang juga menandakan sebagai fase pertama menjelang bulan penuh berkah, Ramadan.

Bagi masyarakat Indonesia, bulan Sya’ban menjadi istimewa. Selain berada di antara bulan Rajab dan Ramadan, Sya’ban seringkali dirayakan dengan berbagai jenis amalan sebagai bentuk momentum meningkatkan amal saleh. Apalagi pada setengah bulan kedepan bakal memasuki Ramadan, bulan penuh berkah dan pengampunan.

Terlebih pada pertengahan Sya’ban atau yang biasa disebut Nisfu Sya’ban, terdapat berbagai peristiwa penting dan bersejarah. Khususnya bagi umat Islam sejak zaman Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan dilestarikan dengan berbagai kegiatan positif hingga hari ini.

Dalam salah satu catatan sejarah Islam, Nisfu Sya’ban merupakan malam diubahnya arah kiblat bagi umat Islam dari Masjid al-Aqso (Palestina) ke arah Ka’bah (Makkah al-Mukarromah). Sehingga umat Islam mengenang sejarah tersebut dengan melaksanakan salat berjemaah dan membaca QS Yasin bersama-sama.

Prinsipnya, malam Nisfu Sya’ban dianggap sebagai sesuatu yang istimewa karena tepat berada di tengah bulan Rajab dan Ramadan. Sekalipun keistimewaan bulan tersebut tidak hanya pada pertengahan bulan saja, tetapi justru sepanjang bulan.

Hal tersebut selaras dengan apa yang disabdakan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, saat ditanya salah satu sahabat tentang amalan berpuasa di bulan Sya’ban. “Ini (Sya’ban) adalah bulan yang tidak banyak diperhatikan oleh orang-orang antara Rajab dan Ramadan, ini adalah bulan saat berbagai amal diangkat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Saya suka amalan saya diangkat saat sedang berpuasa,” Al-Hadits

Berdasar hadits tersebut, puasa merupakan salah satu amalan yang paling sering dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam selama bulan Syaban. Selain puasa, amalan lainnya adalah membaca al-Qur’an, berdzikir, sedekah hingga wakaf. Bahkan dari sepanjang Sya’ban (29/30 hari), terdapat satu malam yang mendapat perhatian khusus, yakni Nisfu Sya’ban.

Selain itu, terdapat hadits lain yang menjelaskan keutamaan Nisfu Sya’ban. Seperti yang disampaikan Mu’adz bin Jabal, Rasulullah bersabda; ‘Allah mendatangi seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan’.

Senada dengan hadits lain yang diriwayatkan Abdullah bin Amr, disebutkan bahwa Allah ‘Azza wa Jalla mengampuni hamba kecuali dua orang; ‘Allah mendatangi mahluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, Allah mengampuni hamba-hamba-Nya kecuali dua orang, yaitu orang yang bermusuhan dan orang yang membunuh jiwa’.

Penguatan keistimewaan bulan Sya’ban juga disampaikan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tentang keutamaan 5 (lima) malam; ‘Ada lima malam di mana doa tidak tertolak pada malam-malam tersebut, yaitu malam pertama bulan rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha’.

Amalan pada Malam Nisfu Sya’ban
Sedkitnya terdapat 3 (tiga) amalan yang dapat dilakukan pada malam Nisfu Sya’ban, ketiga amalan tersebut dijabarkan secara gamblang oleh Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki dalam Kitab Madza fi Sya’ban. Meliputi:

Pertama memperbanyak doa; Anjuran ini didasarkan pada hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, melalui riwayat Abu Bakar As-Shiddiq Radiyallahu ‘Anhu; ‘(Rahmat) Allah Subhanahu wa Ta’ala, turun ke bumi pada malam nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan).

Kedua memperbanyak dua kalimat syahadat; dua kalimat syahadat termasuk kalimat mulia dan dua kalimat ini sangat baik dibaca kapan pun dan di mana pun, terlebih pada malam Nisfu Sya’ban. Seperti dawuh Sayyid Muhammad Al-Maliki; ‘Seyogyanya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, La Ilaha Illallah Muhammad Rasululullah, khususnya bulan Sya’ban dan malam pertengahannya.”

Ketiga memperbanyak istighfar; meminta ampunan (istighfar) sangat dianjurkan terlebih lagi di malam Nisfu Sya’ban; ‘Istighfar merupakan amalan utama yang harus dibiasakan orang Islam, terutama pada waktu yang memiliki keutamaan, seperti Sya’ban dan malam pertengahannya. Istighfar dapat memudahkan rezeki, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits. Pada bulan Sya’ban pula dosa diampuni, kesulitan dimudahkan, dan kesedihan dihilangkan. [pin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar