Gaya Hidup

Jemblem Majapahit, Kue Tradisional dengan Tekstur Lembut

Mojokerto (beritajatim.com) – Mojokerto selain menjadi pusat Kerajaan Majapahit dan peninggalan-peninggalannya masih ada, juga punya sejumlah kuliner menarik. Salah satunya jemblem, kue tradisional terbuat dari bahan dasar singkong ini masih ada di Mojokerto.

Salah satu penjual jemblem adalah Farid Lestanto (27). Pemuda asal Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto ini meneruskan usaha keluarga yang sudah digeluti neneknya. Ia merupakan generasi ketiga yang meneruskan usaha keluarga setelah memutuskan menikah.

Setelah menikah dan tinggal di keluarga istrinya di Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, ia mulai menekuni usaha kue tradisional tersebut.

“Sudah 4 tahun, ini usaha keluarga. Dari nenek ke bude, bude ke ibu dan saya sekarang,” ungkapnya, Sabtu (27/6/2020).

Masih kata bapak satu anak ini, tidak ada resep khusus. Sama dengan cara membuat kue jemblem pada umumnya. Cukup menyiapkan bahan dasar singkong dan gula jawa. Namun singkong yang digunakan merupakan singkong pilihan karena jika tidak maka teksturnya tidak empuk dan berpengaruh ke rasa.

“Iya singkongnya harus bagus, saya ambil dari Trawas biar teksturnya lembut dan rasanya enak. Caranya singkong dikupas dan dibersihkan kemudian dikukus baru digiling. Setelah itu baru dibentuk bulat-bulat dan tengahnya diisi potongan gula jawa. Setelah digigit baru tahu ada gula jawa di dalamnya,” katanya.

Faris menjelaskan, dalam sehari ia mampu menghabiskan 1,5 kwintal singkong. Dengan harga Rp1 ribu per biji dan ukuran cukup besar, jemblem buatannya tidak perlu waktu lama untuk menjualnya. Karena rumahnya yang jalan poros desa tembus Kecamatan Wonosalam, Jombang cukup strategis.

“Buka jam 8 pagi sampai habis, biasanya belum sampai dhuhur sudah habis. Hari libur 1,5 kwintal singkong, hari biasa 1,3 kwintal dan sekarang saya ada 3 karyawan yang bantu saya. Mulai dari yang membersihkan singkong, giling dan goreng. Kalau yang bentuk saya kerjakan sama istri,” jelasnya.

Jemblem buatan suami Tania Falentina ini terkenal memiliki tekstur lembut di bagian dalam dan krispi di bagian luar. Ia mengaku, pembelinya tidak hanya warga sekitar namun juga sampai Jombang, Surabaya, Sidoarjo hingga Pasuruan.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar