Gaya Hidup

Desa Sragi di Ponorogo Kembangkan Kearifan Lokal Sebagai Potensi Wisata

Den-den sawah dipertunjukan dalam kirab budaya Desa Sragi. (Foto : Endra Dwiono).

Ponorogo (beritajatim.com) – Desa di Ponorogo kini berlomba-lomba untuk menjadikan wilayahnya menjadi desa wisata. Berbagai kegiatan diadakan untuk menarik wisatawan untuk berkunjung. Salah satunya yang dilakukan di Desa Sragi Kecamatan Sukorejo Ponorogo.

Dalam rangka hari jadi Desa Sragi yang ke 346 tahun, pemerintah desa setempat menggelar berbagai kegiatan. Mulai dari kirab budaya dan tumpeng sedekah bumi, car free day, dan pertunjukan seni budaya. “Berbagai kegiatan yang digelar ini sebagai wujud syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan untuk Desa Sragi,” kata Kepala Desa Sragi Kateni, saat ditemui di balai desa, Senin (30/9/2019).

Dalam kirab budaya, perwakilan dari RT se Desa Sragi memakai beraneka kostum, kemudian berjalan mengelilingi desa sambil meneriakkan yel-yel maupun sambil bernyanyi. Sontak pemandangan itu menarik perhatian dan banyak orang yang menonton. Juga ada warga yang membuat den-den sawah berukuran besar, dimana patung yang dibuat dari jerami. Patung digunakan untuk mengusir burung agar tidak memakan padi. “Kearifan lokal seperti den-den sawah juga dipertunjukan. Kami sengaja menggali potensi desa supaya bisa dilestarikan,” katanya.

Setelah kirab budaya dilanjutkan dengan doa bersama seluruh warga Desa Sragi. Selain itu juga disajikan tumpeng sedekah bumi, yang isinya hasil pertanian daerah setempat mulai dari sayuran, dan buah-buahan. “Setelah berdoa bersama, warga berebut tumpeng tersebut. Mereka percaya berkah atas panen dan dapat dihindarkan dari segala macam bala atau bencana,” pungkasnya.(end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar