Gaya Hidup

Alun-Alun Gresik Diresmikan Langsung Dibanjiri Warga

Gresik (beritajatim.com)– Alun-Alun Gresik mulai diresmikan. Pasca dibuka oleh bupati. Alun-alun yang tepat berada di pusat Kota Gresik langsung diserbu masyarakat. Banyak masyarakat yang memanfaatkan fasilitas alun-alun baik itu, sebagai sarana rekreasi keluarga maupun berfoto selfie.

Selain meresmikan alun-alun. Bupati Sambari juga meresmikan tiga bangunan secara bersamaan. Antara lain Landmark Keris Sumelang Gandring, Puskesmas Alun-Alun, dan Tugu Lontar.

Bupati Sambari mengatakan, alun-aluntidak  pernah tutup. Tetapi, setiap tahun harus ada penyesuaian. Karena itu, dalam penataannya pihaknya bekerjasama dengan tokoh masyarakat serta alim ulama untuk menata bernuansa religi.

“Harapannya dengan adanya fasilitas yang telah dibangun dimanfaatkan sebagaimana mestinya, dan disesuaikan dengan lingkungan Masjid Jami,” katanya usai peresmian penataan Alun-Alun Gresik, Sabtu (9/03/2019).

Setelah resmi ditata lanjut Sambari, dirinya menghimbau kepada masyarakat agar turut menjaga lingkungan serta fasilitas yang telah bangun. Khusus pedagang kaki lima (PKL) dilarang masuk ke alun-alun. Selain itu, PKL yang tidak ber-KTP Gresik juga tidak diperbolehkan.

“Sementara jangan dulu diutamakan warga Gresik. Yang lain-lain buat PKL sudah ada perjanjian khusus dan ada kesepakatan kerjasama dengan Pemkab Gresik,” ujarnya.

Sambari menyadari bahwa alun-alun ini masih perlu menyempurnakan dan menambahi kembali beberapa fasilitas lain agar lebih bagus.

“Kami perlu menambah relief-relief, mengisi relung-relung yang kosong dengan kaligrafi agar lebih tampak indah dan artistik. Penambahan pagar-pagar pendek untuk melindungi rumput yang ditanam. Jalan untuk pengunjung difabel juga akan kami buat disini. Intinya tahun 2019 ini bisa langsung kami sempurnakan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, meminta kepada seluruh pengunjung dan masyarakat Gresik untuk terus menjaga kebersihan dan keberadaan alun-alun yang sudah dibangun ini.

“Sekali lagi buat PKL binaan yang mendapat rombong gratis dari perusahaan di Gresik ada di sebelah selatan depan pendopo. Kami ngalah untuk sementara tidak masuk melalui depan pendopo, tapi lewat belakang,” paparnya.

Saat ditanya letak alun-alun berdekatan dengan Masjid Jamik Gresik dan kawasan religi makam Maulana Malik Ibrahin. Terkait dengan itu, Wakil Bupati (Wabup) Gresik Mohammad Qosim meminta kepada pengunjung dan masyarakat untuk menjaga nilai-nilai religi ditempat ini.

“Pengunjung sebaiknya memakai pakaian yang sopan. Tidak memancing kegaduhan kepada pengunjung lain. Ingat, alun Alun ini ada di depan masjid Jamik dan dekat Makam Maulana Malik Ibrahim. Dengan adanya tanaman kurma disekelilingnya, mari kita bawa suasana Madinah di Gresik,” tuturnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya mengatakan, untuk menjaga keamanan dan ketertiban alun-alun. Pihaknya akan mengerahkan 30 orang anggota Dinas Perhubungan dan 40 anggota Satpol PP Gresik. Mantan kadis Perhubungan ini juga akan menyiapkan tenaga kesehatan yang akan berjaga setiap hari.

“Petugas nantinya bergiliran berjaga-jaga di alun-alun. Hal ini dilakukan semata-mata lingkungan serta kebersihannya tetap terawat,” tukasnya.

Sementara salah satu pengunjung Agus Ikhwanto (46) asal Kelurahan Trate, Gresik menuturkan, dirinya sengaja datang bersama anak istri hanya ingin melihat dari dekat alun-alun yang baru.

“Sekarang saya bangga jadi orang Gresik, karena tidak dibully lagi sama teman yang ada di luar kota. Sekarang saya bisa menunjukkan keteman saya tersebut kalau alun-alun Gresik sudah jadi dan lebih indah dibanding dulu,” pungkasnya. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar