Surabaya (beritajatim.com) – SMK dr Soetomo Surabaya (Smekdor’s) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta memberikan pelatihan Learning Management System (LMS) bagi guru akuntansi SMA/SMK di Jatim.
Pelatihan LMS akuntansi ini digelar selama dua hari yakni 28-29 Januari 2023 di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Pelatihan ini langsung didampingi Pusat Kajian Akuntansi Pendidikan (PKAP) Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Smekdor’s, Ahmad Soleh menyebutkan bahwa ada sekitar 60 guru di Jatim yang mengikuti pelatihan penerapan LMS Sidek-Edu (Sistem Informasi Debit Kredit – for Education) ini.
“Selama ini laporan keuangan harus dikerjakan siswa di sekolah, karena kami menggunakan komputer akuntansi. Dengan Sidek-Edu ini, maka siswa bisa mengerjakan soal untuk latihan atau evaluasi semester dari rumah secara daring,” jelas Soleh, Sabtu (28/1/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”SMK”]
Saat ini, kata dia, laporan keuangan yang dipelajari dalam Sidek-Edu fokus pada laporan keuangan UMKM. Pasalnya, hal tersebut dinilai akan lebih bisa diterapkan di tingkat SMK. “Harapannya, ke depan guru-guru bisa menerapkannya di sekolah dan mengajarkan ke siswa akan adanya sistem pelaporan keuangan yang terkini,” ujarnya.
Di kesempatan sama, Ketua Tim Aplikasi Sidek-Edu, Sony Warsono menyebut bahwa dengan Sidek-Edu, sistem penilaian pembelajaran dapat dikerjakan secara daring. Diketahui, selama ini laporan keuangan akuntansi siswa masih dikerjakan di laboratorium. “Kini kami berbasis website sehingga bisa mendukung program merdeka belajar,” katanya.
Sementara Kepala Smekdor’s, Juliantono Hadi mengatakan jika pihaknya terus menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi serta industri untuk memperbarui ilmu para guru dan siswa.
Bahkan, pihaknya juga menekankan agar menyebarluaskan ilmu terbaru itu kepada sekolah lain. “Seperti Akuntansi ini, kami perbarui ilmu untuk laporan keuangan UMKM berbasis website,” ungkap Anton.
Rencananya, Smekdor’s juga bakal melakukan sharing keilmuan untuk jurusan multimedia, dimana sharing tersebut akan berfokus pada tiap-tiap profesinya.
“Karena tiap profesi asosiasinya sendiri. Tapi kami akan buat karya dulu hasil dari kerjasama dengan industri dan perguruan tinggi ini sebelum nantinya kami mulai bagikan ilmunya ke guru sekolah lain,” tandasnya. (ipl/kun)






