Malang (beritajatim.com) – Tim pengabdian Departemen Sastra Indonesia (DSI) Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (FS UM) menghelat workshop penulisan karya ilmiah berbasis praktik baik. Kegiatan ini dilaksanakan secara intensif setiap akhir pekan mulai 16 sampai 30 September 2023.
Dr. Azizatuz Zahro’ , S.Pd, M.Pd., selaku ketua DSI UM memandang bahwa penulisan karya ilmiah merupakan keharusan bagi seorang guru. Namun sayang, banyak guru yang masih kesulitan menulis karya ilmiah.
“Penulisan praktik baik atau best practice ini sangat bermanfaat sebagai bahan pengembangan diri atau peningkatan profesionalisme dari guru. Dalam hal ini, ternyata masih banyak guru yang kesulitan dalam menulis karya ilmiah, baik berupa makalah ataupun artikel ilmiah,” ujar Azizatuz Zahro’ melalui keterangan tertulis, Senin (18/9/2023).
Mengacu pada masalah tersebut, pihaknya berupaya melaksanakan seminar ataupun pelatihan penulisan karya ilmiah bagi guru. Kegiatan penguatan penulisan karya ilmiah berbasis best practice pembelajaran ini diadakan untuk guru SMA di kabupaten Kediri.
Dosen bahasa Indonesia UM ini menambahkan bahwa menulis artikel dari best practice akan lebih mudah karena didasarkan pada apa yang dialami guru. Kediri dipilih sebagai tempat pengabdian karena SMA Negeri 2 Pare menjadi mitra UM untuk pelaksanaan Program Asistensi Mengajar dan Pengenalan Lapangan Persekolahan.
Pembukaan kegiatan dilaksanakan di aula SMA Negeri 2 Pare Kediri oleh Kepala SMA Negeri 2 Pare, H. Sarbawa, M.Pd pada beberapa waktu lalu. Dalam sambutannya, H. Sarbawa menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan DSI FS UM dengan MGMP BI Kabupaten Kediri.
Kegiatan ini dihadiri oleh Chairul Effendi Sugiarto, S.Pd., M.Ap. Kepala Seksi PMA dan PK-PLK Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. Turut hadir juga pembina MGMP Bahasa Indonesia kabupaten Kediri, Purnomo, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, Chairul menegaskan pentingnya guru selalu belajar dan meningkatkan kompetensi. “Kami berharap dengan kegiatan menghasilkan best practice yang bermanfaat bagi guru-guru yang lain,” ujarnya. (dan/kun)
BACA JUGA: Kukuhkan 5 Guru Besar Baru, Universitas Negeri Malang Kini Miliki 136 Guru Besar






