Sidoarjo (beritajatim.com) – Berita viral soal gaji bulanan para penggali kubur korban Covid-19 di TPU Delta Praloyo Jalan Lingkar Timur Gebang Sidoarjo belum terbayarkan oleh Pemkab Sidoarjo ternyata hoaks alias bohong. Demikian diungkapkan oleh Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor).
Gus Muhdlor mengatakan bahwa gaji para penggali kubur pemakaman Covid-19 rutin setiap bulannya. Pembayaran dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Sidoarjo.
“Yang belum terbayar itu merupakan bonus atau intensif mereka. Itu sudah dianggarkan dan akan diberikan pekan depan. Rencana bonus tersebut akan ditransfer ke rekening masing-masing, pada hari Senin (5/7/2021) seluruhnya sebesar Rp 1,25 milliar,” katanya saat di Pendopo Delta Wibawa Kab. Sidoarjo Sabtu (3/7/2021).
Gus Muhdlor menjelaskan, bonus yang sangat vantastis itu akan dicairkan dibagi lima orang, karena satu tim penggali itu berjumlah lima orang.
“Memang tugas mereka (penggali kubur red,) sangat berat. Bahkan setiap hari, mereka harus menyediakan atau menggali bisa sampai 20 lubang untuk korban Covid-19 dalam sehari,” jelas alumnus Unair Surabaya itu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-sidoarjo”]
Sementara itu salah satu penggali kubur Sukoyo, mengaku merasa lega bahwa bonus yang diinginkan segera cair. Dia juga membenarkan bahwa gajinya setiap bulan sebesar Rp 2,5 juta itu rutin terbayar.
“Kami bersama teman-teman merasa lega bahwa bonus yang diharapkan ternyata segera dicairkan,” aku Sukoyo. [isa/but]






