Surabaya (beritajatim.com) – Rumah Sakit Bhayangkara menjalankan prosedur operasi terhadap kaki Cyntya Afrianti Amala pada Selasa (29/8/2023) pagi. Warga Kendangsari Gang 7 Sekolahan, Surabaya ini pernah viral di media sosial lantaran menjual peyek dengan merangkak.
Kondisi Chintya ini mendapat perhatian dari Kapolda Jawa Timur, Irjen Dr Toni Harmanto. Menurut dia, masalah sosial seperti yang menimpa Cyntya ini selalu menjadi perhatian institusi yang dia pimpin.
“Semoga upaya kita cukup membantu nanti, karena yang bersangkutan tidak bisa berjalan dengan normal. Tapi langkah langkah medis yang dilakukan semoga bisa membantu Cyntya dan mengembalikan kondisi yang bersangkutan,” kata Irjen Pol Toni Harmanto usai mengunjungi Cyntya sebelum menjalani operasi.
“Nantinya untuk kehidupan dari Cyntya nanti akan kita komunikasikan dengan pemerintah daerah dan pihak pihak terkait yang ingin membantu,” tambahnya.
BACA JUGA:
Rugi Rp15 M, Korban Investasi Bodong DRH Lapor Polda Jatim
Sementara itu, Ketua Tim Dokter, Dr. Hizbullah Yazid, Sp.OT, M.Ked.Klin, menjelaskan, persiapan lancar dan RS Bhayangkara siap melakukan baik dari segi fasilitas maupun keadaan. Kasus Cyntya bisa dilakukan di RS Bhayangkara.
“Harapannya tidak hanya sampai operasi tetapi sampai terapi pasca operasi,” jelasnya.
Operasi pada Cyntya ini dilakukan di empat sendi sekaligus sendi lutut kanan kiri dan sendi pergelangan kaki kanan kiri.
“Pada Cyntya ini yang bermasalah pada kedua kaki sehingga yang dikoreksi adalah keseimbangan otot dari kedua kaki khususnya lutut dan angkel,” tutup dia.
BACA JUGA:
Dalami Kasus Graha Wismilak, Penyidik Polda Jatim Kembali Geledah Bangunan di Kota Malang
Syukur pada Sintia pada sendi palunya tidak terlalu bermasalah sehingga sedikit lebih memudahkan untuk tindakan dan perkembangannya tidak terlalu progresif.
Apalagi pertumbuhan Cyntya sudah hampir selesai, jadi panjang tulang atau ototnya tidak terjadi masalah apabila sudah di seimbangkan. [uci/beq]






