Surabaya (beritajatim.com) – Manchester United kembali menuai hasil kurang maksimal saat melawat ke Aston Villa pada lanjutan pekan ke-22 Premier League. Manajer interim Setan Merah, Ralf Rangnick, merasa frustasi dengan penampilan Bruno Fernandes dan kawan kawan dalam duel itu.
Pertandingan di Villa Park, Minggu (16/1) dini hari WIB, Tim Setan Merah dibuat harus berjibaku menghadapi ketangguhan anak asuh Steven Gerrard. Dilansir dari marca statistik, Manchester United menorehkan hanya 45 persen penguasaan bola, berbanding 55 persen dari milik Aston Villa.
Setan Merah melepaskan enam tambakan yang 13 diantaranya mengarah ke gawang. Di sisi lain, Aston Villa memperoleh sembilan peluang ke arah gawang dari 13 kesempatan.
Meski kalah dominan, Man United mampu unggul lebih dulu atas The Villa. Dua gol The Red Devils dicetak oleh Bruno Fernandes saat pertandingan baru berjalan ke-6 menit. Satu gol lagi tercipta pada babak kedua tepatnya di menit ke-67.
Sayang, MU gagal memaksimalkan keunggulan itu. Aston Villa berhasil menyamakan kedudukan melalui aksi Jacob Ramsey di menit ke-77. Serta pemain debutan yang baru dipinjam dari Barca, Philippe Coutinho di menit ke-81. Hingga pertandingan berakhir skor 2-2 tetap bertahan.
Hasil imbang tersebut membuat posisi Manchester United harus merosot ke urutan tujuh klasemen sementara Premier League dengan torehan 32 poin. Sementara Aston Villa kini berada di peringkat ke-13 dengan koleksi 23 poin.
Hasil ini membuat Ralf Rangnick merasa kecewa dengan penampilan Manchester United saat berjumpa Aston Villa. Pasalnya, MU gagal mengunci kemenangan usai unggul dua gol atas.
“Saya benar-benar kecewa atas hasil ini. Kami sudah mampu unggul 2-0 usai 70 menit, Anda harus kecewa dan sekarang sulit untuk berbicara tentang hal-hal positif, tetapi saya masih percaya kami menunjukkan beberapa hal positif hari ini,” ungkap Ralf Rangnick dilansir dari Marca.
“Setengah jam pertama, kami lebih dominan pada laga, dan itu merupakan penampilan terbaik kami ketika melakukan penguasaan bola. Kami bisa saja unggul dua atau tiga gol di setengah jam pertama,” lanjut Rangnick ungkapkan kekecewaannya.
Pada 15 menit terakhir, Rangnick mengaku jika anak asuhnya bisa membuka ruang. Namun timnya masih terlihat belum begitu kompak dan menyatu. ” Jika kami tidak cukup kompak, tim lain dapat menciptakan peluang, itulah yang terjadi,” jelas manajer interim berpaspor Jerman itu. (dan/ian)






