Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi PDIP, Khusnul Khotimah menyatakan, Disbudporapar Surabaya memiliki beberapa program prioritas yang harus sukses. Program-program tersebut menjadi program andalan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dan termasuk dalam janji kampanye Eri Cahyadi-Armuji tahun lalu.
Khusnul menyebut harapan tinggi digantungkan kepada Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, setelah struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) barunya terbentuk.
OPD gabungan dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ini, diharapkan sukses menjalankan program prioritas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
“Sebelumnya, saya mengucapkan selamat bertugas untuk Bu Wiwiek Widayati untuk memimpin Disbudporapar Surabaya. Tugas ini cukup berat, karena memiliki banyak bidang yang harus diurus. Untuk itu, jajaran Disbudporapar harus bekerja keras agar program-program andalan Pak Wali Kota bisa berjalan baik,” kata Khusnul saat dihubungi, Selasa (11/1/2022).
Menurut Khusnul, ada beberapa program prioritas yang dijalankan Disbudporapar. Satu diantaranya adalah program beasiswa bagi pelajar SMA/SMK/MA/MAK, anak dari keluarga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Total anggarannya mencapai Rp47,783 miliar. Program ini, masuk dalam janji kampanye Eri Cahyadi saat kampanye dulu.
Program ini, kata Ning Kaka, sapaan lekat Khusnul Khotimah, menjadi salah satu program unggulan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Untuk itu, program ini harus berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Mengingat program ini adalah program baru, yang dikhawatirkan akan banyak kendala di lapangan.
“Bu Wiwiek dan jajaran Disbudporapar harus gaspol, segera menyiapkan strategi guna percepatan pelaksanaan bantuan beasiswa bisa terlaksana dengan baik. Segera melakukan sinkronisasi data MBR dengan data siswa-siswi yang sekolah yang kewenangannya ada di Pemprov Jatim ini,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini, juga mendorong Disbudporapar untuk segera melakukan rapar koordinasi dengan lintas OPD, dalam rangka memastikan seluruh siswa-siswi dari keluarga MBR bisa mendapatkan beasiswa tersebut.
“Program beasiswa untuk pelajar SMA/SMK/MA/MAK ini yang menangani adalah Disporapar, bukan di dinas pendidikan. Karena yang mendapat beasiswa adalah anak usia remaja atau pemuda,” kata Ning Kaka.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkot-surabaya”]
Untuk membahas pemberian beasiswa itu, rencananya Komisi D DPRD Surabaya bakal mengadakan rakor dengan Disbudporapar, Dinas Sosial dan Kemenang, Rabu besok (12/1/2022).
Selain program beasiswa pelajar SMA/SMK/MA/MAK, lanjut Ning Kaka, ada juga beasiswa untuk mahasiswa dari berbagai universitas, yang dialihkan dari dinas pendidikan ke Disbudporapar. Target jumlahnya mencapai 2.034 mahasiswa kategori MBR yang tersebar di 10 perguruan tinggi yang bekerjasama dengan Pemkot Surabaya.
Selain program beasiswa untuk pelajar SMA/SMK/MA/MAK, jelas Ning Kaka, ada juga program pemulihan ekonimi dari sektor pariwisata.
“Potensi wisata di Surabaya cukup besar. Harapan kami Disbudporapar bisa memanfaatkan potensi itu, untuk pemulihan ekonomi warga. Untuk itu, Disbudporapar harus segera membuat percepatan strategi pemulihan ekonomi itu,” tandasnya. [asg/but]






