Ponorogo (Beritajatim.com) – Rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tenaga kesehatan (Nakes) untuk bidan ahli pertama, di Kabupaten Ponorogo tidak ada yang mendaftar.
Meski hanya ada satu lowongan, nyatanya dari 350 pelamar PPPK formasi nakes tidak ada satupun yang mengeklik untuk bidan ahli pertama. Alhasil, formasi nakes untuk bidan ahli pertama pada perekrutan PPPK di bumi reog nihil pendaftaran.
“Untuk bidan hanya ada satu lowongan, tetapi tidak ada yang minat,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ponorogo, Andy Susetyo, Senin (28/11/2022).
Data BKPSDM Kabupaten Ponorogo, untuk PPPK formasi nakes, Pemerintah memberikan 106 formasi. Sampai ditutup pendaftaran untuk PPPK formasi nakes pada tanggal 22 November lalu, jumlah yang daftar ada 350 pelamar. Dari jumlah semua pelamar tersebut, sebanyak 325 orang telah memenuhi persyaratan. Sementara sisanya sebanyak 24 pelamar dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).
“Ada beberapa faktor yang membuat sebagian peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat. Yakni bisa masa kerja atau syarat lainnya yang kurang,” katanya.
Selain formasi bidan yang tidak ada pelamar, ada formasi nakes yang juga mengalami sepi pelamar. Seperti formasi nakes untuk dokter ahli pertama, dimana dari 4 lowongan yang dibuka, hanya ada 3 orang yang mendaftar.
Selain itu juga ada formasi nakes untuk radiografer terampil, untuk formasi tersebut hanya ada satu orang yang mendaftar. Besar kemungkinan, satu pelamar radiografer terampil itu yang akan diangkat menjadi PPPK. Namun, yang bersangkutan tetap harus melakukan tes CAT, seperti peserta lainnya.
“Formasi radiografer terampil hanya ada satu lowongan, dan juga hanya ada satu yang mendaftar,” katanya.
Sedangkan ratusan orang yang mendaftar PPPK nakes ini, kebanyakan untuk lowongan perawatan terampil. Dari 49 lowongan PPPK nakes untuk perawat terampil, yang mendaftar ada 214 orang. Sementara untuk 8 lowongan untuk perawat ahli, yang mendaftar sebanyak 41 orang.
“Peminat terbanyak PPPK formasi nakes untuk perawat terampil yang mencapai ratusan,” ungkap Mantan Kepala Dipertahankan Ponorogo itu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pppk-ponorogo”]
Untuk diketahui, Kabupaten Ponorogo rencananya akan menjadi tempat untuk tes seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tenaga kesehatan (Nakes) untuk wilayah Madiun Raya. Untuk lokasinya, dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) turun langsung ke Ponorogo. Perwakilan BKN melakukan survei ke Poltekes Malang kampus Ponorogo di Jalan Cipto Mangunkusumo Kelurahan Keniten Ponorogo.
“Penetuan lokasi tes PPPK nakes di Poltekes Malang kampus Ponorogo ini, ditentukan langsung oleh BKN. Pihak BKN pun juga sudah melakukan surve disana,” kata Andy Susetyo.
Saat survei pihak BKN juga sudah melihat ruangan-ruangan yang nantinya akan dijadikan tempat pelaksanaan tes berbasis computer assisted test (CAT) untuk calon PPPK nakes se -Madiun Raya. Dalam perkiraan awal, dalam satu hari ada 3 sesi tes CAT. Dimana dalam setiap sesi diisi oleh 80 peserta.
“Berapa lamanya pelaksanaan tes, ya tergantung seberapa banyak calon PPPK nakes yang mendaftar di wilayah Madiun Raya ini,” pungkasnya. (end/ted)






