Lamongan (beritajatim.com) – Dalam rangka penggalangan dukungan dari berbagai pihak untuk menjaga kondusifitas dari imbas adanya pandemi Covid-19 di Lamongan, untuk itu jajaran Forkopimda Kabupaten Lamongan menggelar silaturahmi dengan Serikat buruh dan pekerja di Lamongan, bertempat di ruang Kerja Kapolres Lamongan, Rabu (4/8/2021).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya AKBP Miko Indrayana S.I.K (Kapolres Lamongan), Drs Nalikan (Asisten I Kabupatrn Lamongan), Dianto Hari Wibowo (Kabag Pemerintahan Sekda Lamongan), Hamdani Azhari (Kadisnakertrans Lamongan), dan Hari Agus Santa (Pj Ka Kesbangpol Lamongan).
Serta AKP Djoko Santoso SH (Kasat Intelkam Polres Lamongan), AKP Fandil SH (Kasat Binmas Polres Lamongan), Iswahyudi SAg (Ketua Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, DPC K SPSI), Hari Widodo SH (Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja, FSP Kahutindo Lamongan).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPC K SPSI Lamongan, Iswahyudi menyampaikan terima kasihnya atas undangan dan kesempatan yang sudah diberikan. Saat ini, pihaknya telah mengajukan permohonan ke Dinas Kesehatan Lamongan terkait vaksinasi bagi anggotanya. Namun, lanjut Iswahyudi, hingga kini belum ada kepastian, sehingga ia memohon kepada Forkopimda agar dibantu proses vaksinasi tersebut.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-lamongan”]
Tak hanya vaksinasi, Iswahyudi juga memohon agar Forkopimda segera menyalurkan bantuan sosial kepada para pekerja atau buruh. “Kami ini merupakan serikat pekerja di bidang transportasi. Kami mempunyai 98 trayek Bis, namun saat ini cuma 3 bis saja yang bisa beroperasi. Di masa pandemi, perusahaan membuat kebijakan bahwa gaji pekerja dikurangi menjadi 70 % di PO Widji,” terangnya.
Terkait perijinan perusahaan di Lamongan, Iswahyudi menuturkan, banyak perijinan yang belum jelas legalitasnya. Selain itu, terkait tenaga kerja yang ada di Lamongan, pihaknya juga memohon untuk segera dibantu mengenai proses administrasi BPJS Ketenagakerjaan, sehingga para pekerja bisa mendapat bantuan subsidi dari BPJS.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua DPC FSP Kahutindo Lamongan, menurut Hari Widodo bahwa vaksinasi untuk para pekerja agar lebih diprioritaskan. Lalu mengenai pekerja yang sedang menjalani Isoman akibat terpapar Covid-19, tambah Hari, agar tetap diberikan gaji oleh perusahaan.
“Terkait vaksin tolong dibantu kuotanya, utamanya vaksinasi terhadap pekerja. Mohon pengawalan terhadap pekerja terkait bantuan subsidi BPJS Ketenagakerjaan, dan jangan sampai ada pekerja yang tidak mendapatkannya. Pekerja yang terpapar Covid-19 dan harus melaksanakan isolasi mandiri, sebaiknya untuk tetap digaji,” tutur Hari Widodo.
Berkenaan dengan beberapa usulan dan masukan tersebut, Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana memberikan tanggapannya. Pihaknya memohon dukungan dari semua pihak, di antaranya buruh, pedagang, dan elemen masyarakat untuk ikut serta menjaga kondusifitas dalam penanganan akibat pandemi Covid-19 di Kabupaten Lamongan.
“Saya ucapkan terima kasih atas masukan dari Serikat pekerja dan buruh dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Lamongan. Apapun keadaan di Kabupaten Lamongan ini, mari kita kerjakan bersama-sama dan saling bahu membahu, karena bagaimanapun penanganan ini tidak akan bisa sukses tanpa sinergitas dari kita bersama,” ungkap AKBP Miko, di ruang kerjanya.
Terkait masalah vaksinasi yang didistribusikan ke Lamongan, AKBP Miko menyampaikan, bahwa sementara ini vaksin telah habis untuk disalurkan, selebihnya, pihaknya memohon kepada semuanya untuk tetap bersabar. “Tolong nanti didata setiap perusahan yang akan divaksin, supaya kita koordinasikan dengan Bupati dan Dandim. Proses vaksinasi ini kita lakukan secara bertahap,” sambungnya.
Lebih jauh, AKBP Miko menyebutkan, saat ini Lamongan masuk PPKM level 4, sehingga terkait trayek bis diminta untuk bersabar dulu. Lalu terkait bansos untuk pekerja, AKBP Miko memohon agar setiap serikat pekerja mendata angggotanya yang berhak menerima bantuan. “Saya mohon setiap ada permasalahan dikoordinasikan terlebih dulu. Apa yang bisa saya kerjakan hari ini pasti akan saya kerjakan, kalau yang belum kita koordinasikan dulu dengan Forkopimda,” lanjutnya.
Sementara itu, Asisten I Pemkab Lamongan, Nalikan menjelaskan, bahwa terkait vaksin akan segera dikoordinasikan dan diusahakan dengan instasi terkait. Pihaknya juga meminta kepada semua pihak untuk bersabar dan legowo mengenai bantuan yang akan diterima. Menurutnya, bagaimanapun semuanya terkena imbas dari pandemi Covid-19 yang melanda.
“Kalau terkait bantuan, tolong berapapun yang diterima untuk legowo, memang begini adanya. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu dalam pengumpulan data. Oleh karena itu, terkait vaksin kami mohon tolong didata dengan baik dan dimaksimalkan dengan baik. Sehingga kami bisa menkoordinasikannya lebih lanjut,” tandas Nalikan.[riq/kun]






