Ringkasan Berita
FKIJK Komisariat Kediri dan Madiun menggelar Financial Journalist Class Sesi 4 pada 20 Oktober 2026 untuk memperkuat sinergi industri jasa keuangan dan media.
Bank Mandiri dan BNI memaparkan dukungan digitalisasi transaksi, pembiayaan, serta pengembangan UMKM agar mampu memperluas pasar.
LPS menyampaikan data simpanan perbankan di Jawa Timur dan mengingatkan masyarakat mengenai prinsip 3T dalam penjaminan simpanan.
OJK Kediri memperkenalkan Kediri FinFest 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24-25 Oktober di Balai Kota Kediri.
FKIJK Kediri-Madiun Perkuat Sinergi Media dan Industri Keuangan Dukung Ekonomi Kreatif
Kediri (beritajatim.com) – Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Komisariat Kediri dan Madiun memperkuat kolaborasi dengan insan pers melalui kegiatan Financial Journalist Class Sesi 4. Kegiatan ini membahas dukungan sektor jasa keuangan terhadap pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, sekaligus mendorong peningkatan literasi serta inklusi keuangan masyarakat.
Mengusung tema “Sinergi Industri Jasa Keuangan dan Media dalam Mendukung Ekonomi Kreatif serta Mendorong Literasi dan Inklusi Keuangan melalui Kediri FinFest 2026”, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Bank Mandiri Area Kediri, BNI Area Kediri, Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) II Surabaya, dan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri.
Melalui forum ini, wartawan memperoleh informasi mengenai kontribusi industri jasa keuangan dalam memperluas akses pembiayaan, mendorong digitalisasi usaha, melindungi simpanan masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Bank Mandiri Dorong Digitalisasi Transaksi UMKM
Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Area Kediri, Arie Kusuma, menyampaikan materi bertajuk “Pemberdayaan Berkelanjutan, Kontribusi Nyata Bank Mandiri untuk Kemandirian UMKM Kediri”.
Ia memaparkan dukungan Bank Mandiri terhadap digitalisasi transaksi melalui berbagai layanan perbankan. Hingga periode yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, tercatat 399.711 pengguna Livin’ by Mandiri dan 2.981 pengguna Kopra by Mandiri di wilayah yang dipaparkan.
Digitalisasi pembayaran UMKM juga didukung melalui 15.105 pengguna QRIS Livin’ Merchant dan 1.332 pengguna mesin electronic data capture (EDC) di wilayah Karesidenan Kediri.
Sementara itu, penyaluran kredit segmen ritel Bank Mandiri hingga September 2026 tercatat mencapai Rp3.035 miliar.
Selain layanan transaksi dan pembiayaan, Bank Mandiri turut mengembangkan layanan investasi emas. Produk yang diperkenalkan meliputi Tabungan Emas melalui Livin’ by Mandiri, Cicil Emas, KSM Emas, serta ATM Emas yang memungkinkan nasabah mencetak emas fisik sesuai gramasi yang tersedia.
Pemanfaatan layanan keuangan digital diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengelola transaksi dengan lebih praktis sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis.
BNI XPORA Bantu UMKM Perluas Pasar
Materi berikutnya disampaikan Area Head 3 BNI Kantor Wilayah 18 Malang, Abiwodo, mengenai dukungan BNI terhadap pengembangan UMKM melalui program BNI XPORA.
Program tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas akses pasar, dan memperkuat daya saing, termasuk membuka peluang memasuki pasar internasional.
Dukungan diberikan melalui penguatan kapasitas usaha, perluasan jaringan pemasaran, serta pemanfaatan ekosistem dan layanan keuangan digital.
Menurut paparan dalam kegiatan tersebut, kolaborasi antara perbankan, pemerintah, regulator, dunia usaha, dan media menjadi faktor penting untuk mendorong pertumbuhan UMKM yang inklusif dan berkelanjutan.
LPS Paparkan Data Simpanan dan Prinsip Penjaminan
Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, Bambang S. Hidayat, memaparkan peran LPS dalam menjamin simpanan nasabah bank serta mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
Berdasarkan data yang disampaikan, nominal simpanan pada bank umum di Jawa Timur pada Agustus 2026 mencapai Rp848,9 triliun atau tumbuh 5,96 persen secara tahunan.
Di wilayah Kediri dan sekitarnya, Kota Kediri mencatat nominal simpanan sebesar Rp27,35 triliun, diikuti Kabupaten Tulungagung sebesar Rp12,84 triliun dan Kabupaten Kediri sebesar Rp10,75 triliun.
Hingga 30 September 2026, LPS juga telah menangani klaim penjaminan simpanan pada 20 BPR/BPRS yang dicabut izin usahanya di Jawa Timur. Dari total simpanan yang ditetapkan sebesar Rp1,68 triliun, sebanyak Rp1,66 triliun atau 98,87 persen dinyatakan layak bayar. Sementara itu, pembayaran klaim tercatat sebesar Rp392,90 miliar.
LPS turut mengingatkan masyarakat untuk memahami prinsip 3T sebagai persyaratan penjaminan simpanan, yakni simpanan tercatat dalam pembukuan bank, tingkat bunga yang diterima tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan LPS, serta nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank.
Pemahaman terhadap ketentuan tersebut diharapkan membantu masyarakat mengenali perlindungan simpanan sekaligus menggunakan produk perbankan secara lebih bijak.
Kediri FinFest 2026 Digelar 24-25 Oktober
Kepala Kantor OJK Kediri, Ismirani Saputri, memperkenalkan penyelenggaraan Kediri Financial Festival (FinFest) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 24-25 Oktober 2026, di Balai Kota Kediri.
Mengusung tema “Transforming Creativity into Digital Economic Value”, kegiatan ini menekankan pentingnya mengubah kreativitas menjadi nilai ekonomi melalui pemanfaatan teknologi dan ekosistem digital.
Kediri FinFest 2026 menjadi bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 sekaligus puncak program Duta Literasi Keuangan OJK Kediri tahun ini.
Sejumlah agenda yang disiapkan meliputi pameran produk dan layanan jasa keuangan, pameran UMKM, edukasi keuangan, berbagai kompetisi, serta hiburan bagi masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin mengenal produk dan layanan jasa keuangan, memahami pengelolaan keuangan, serta memperoleh akses informasi yang dapat mendukung pengembangan usaha.
FinFest juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara industri jasa keuangan, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kediri dan sekitarnya.
Perkuat Kolaborasi Industri Keuangan dan Pers
Financial Journalist Class Sesi 4 ditutup dengan diskusi dan tanya jawab. Para peserta berkesempatan menggali informasi lebih lanjut mengenai dukungan perbankan terhadap ekonomi kreatif, pengembangan UMKM, mekanisme penjaminan simpanan, serta agenda Kediri FinFest 2026.
Melalui kegiatan ini, FKIJK Komisariat Kediri dan Madiun berharap hubungan antara industri jasa keuangan dan insan pers semakin kuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mendukung penyampaian informasi mengenai produk, layanan, dan perkembangan sektor keuangan secara akurat, edukatif, serta mudah dipahami masyarakat.
Sinergi antara industri jasa keuangan dan media juga diharapkan berkontribusi terhadap perluasan akses pembiayaan, peningkatan literasi keuangan, serta pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif di wilayah Kediri dan Madiun Raya. [nm/but]






