Surabaya (beritajatim.com) – Dalam HUT ke 50 Fakultas Kedokteran Hewan Unair, civitas FKH Unair bersama alumni mengadakan bakti sosial kedokteran hewan di tiga daerah.
Bakti sosial ini berupa kedarmaan di dalam visi kedokteran hewan. Heryo Shasikirono selaku panitia HUT FKH Unair difisi bakti sosial mengatakan bahwa kegiatan ini diadakan karena baksos untuk keberlangsungan hewan jarang sekali dilakukan. Henryo mengatakan baksos ini merupakan Revolving Enpowerment ternak, yang artinya kami tidak hanya fokus pada masalah manusia tetapi juga keberlangsungan ternak.
Tiga daerah sasaran FKH Unair dan alumni adalah Gresik, Lombok dan Lumajang. Bakti sosial di Gresik yaitu berupa makan telor dan minum susu untuk anak-anak Panti Asuhan. “Yang ingin kita capai adalah agar anak-anak kita itu gemar ya makan protein sumber protein hewani yaitu dari susu dan telur,” ujar Heryo, Sabtu (22/1/2022)
Sedang daerah sasaran di Nusa Tenggara Barat yaitu di Lombok. Bakti sosial dilakukan oleh teman-teman alumni dokter hewan berupa pemeriksaan kesehatan pelayanan kesehatan hewan yang tersebar di 5 tempat di daerah Lombok.
[berita-terkait number=”5″ tag=”unair”]
“Teman teman alumni yang di Lombok melakukan pemeriksaan ternak di beberapa kandang, baik sapi kambing dan domba itu ada di tersebar di 5 tempat di daerah NTB di Lombok,” tukasnya.
“Revolving enpowerment yang kami lakukan terasa sekali saat kami di Sumbermujur dan Sumberwuluh Kecamatan candipuro disana dilakukan satu pelayanan kesehatan hewan, mendistribusikan pakan ternak karena masyarakat sana kan pada saat itu ya awal-awal tidak begitu tidak begitu diperhatikan hewan ternaknya. Di sana kita support pakan ternaknya supaya ternaknya sehat dan alhamdulillah ini mulai membaik,” tukasnya.
Selain melakukan pemeriksaan hewan ternak dan support pangan, FKH dan Alumni kemudian kita lakukan melakukan pelatihan untuk menanam rumput pakan. Semua kegiatan ini dilakukan menurut Heryo adalah bentuk pengabdian masyarakat yang jarang dilakukan.
“Saat terjadi musibah bencana alam biasanya fokus pada manusia, ternak gak keuruskan, pahadal itu liquid, harta kekayaan yang masih bisa diselamatkan. Jadi kami fokus pada itu juga, biar bisa survive ternaknya,” pungkasnya. [kun]






