Gresik (beritajatim.com)– Menjelang pemilu serentak pada 14 Februari 2024. Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jawa Timur melakukan pemetaan konflik pada pesta demokrasi itu.
Sebagai lembaga komunikasikan data serta informasi dari masyarakat. FKDM memetakan potensi gangguan yang nantinya dilaporkan ke Gubernur Jawa Timur.
Melalui forum lokakarya yang melibatkan sejumlah elemen masyarakat dari Gresik, dan Lamongan. Serta mahasiswa maupun TNI dan Polri juga turut dilibatkan tujuannya menghimpun informasi di masing-masing daerah.
“Kegiatan lokakarya ini sudah dilakukan di berbagai daerah. Sekarang di Gresik dengan tujuan memotret tingkat kerawanan politik setiap daerah,” ujar anggota FKDM Rangga Sa’adillah, Kamis (28/12/2023).
Ia menjelaskan potensi yang memicu rawan konflik dalam kontestasi politik pemilu. Ada banyak faktor yang mendasari. Seperti, money politik hingga pejabat pemerintahan yang terindikasi tidak netral, dan cenderung berpihak ke kelompok tertentu.
“Pesta demokrasi harus dijaga legalitasnya. Berpolitik yang santun. Jika ada pelaku tidak sportif berani ditindak tegas,” paparnya.
Rangga menambahkan, FKDM sudah memetakan. Di Jawa Timur potensi kerawanannya politik yang paling tinggi adalah Kabupaten Malang. Disusul Kabupaten Kediri, Tuban, Bojonegoro dan Sampang.
“Berdasarkan indeks kajian yang selama ini dilakukan. Menjelang pemilu kami berharap pihak pemerintah dan aparat keamanan bisa melakukan antisipasi sedini mungkin agar bisa tetap kondusifitas,” imbuhnya. (Dny/Aje)






