Surabaya (beritajatim.com) Serial money heist masuk pada season lima, sekaligus digadang-gadang akan jadi akhir perampokan bank terbesar di Spanyol tersebut. Secara keseluruhan, serial ini mengisahkan perlawanan terhadap pemerintahan yang digagas oleh Profesor (Alvaro Morte). Ia merekrut sejumlah orang untuk merampok percetakan uang negara sebagai bentuk perlawanan.
Seperti dilansir dari indianexpress.com, Kreator Money Heist, Alex Pina, menerangkan bahwa perlawanan yang garis besar cerita terinspirasi dari apa yang pernah terjadi di Spanyol. Kejadian itu pada tahun 2011 saat sebuah gerakan bernama 15-M melakukan protes pada pemerintah terkait kebijakan penghematan.
Bagi penggemar perampok dengan seragam jumpsuit merah dan topeng dali ikonik itu pasti tidak asing akan kehadiran lagu Bella Ciao. Soundtrack money heist yang sudah sering diputar dalam film sejak season pertama.
Lagu Bella Ciao ternyata bukan lagu sembarangan, Bella Ciao punya akar politik dan historisnya sendiri. Kini lagu tersebut sangat identik dengan series La Casa de Papel atau Money Heist. Lagu Bella Ciao biasa dinyanyikan oleh para Mondina di akhir abad ke-19.
Mondina adalah sebutan bagi para perempuan pekerja di sawah. Kala itu Bella Ciao dinyanyikan di sebagai respon akan ketidaksetaraan sosial. Lagu ini lalu diadopsi kelompok perlawanan di Italia ketika pecahnya era Perang Dunia II. Kelompok ini dikenal dengan julukan La Resistenza. Kehadiran kelompok ini guna memerangi pemerintahan fasis. Saat itu negara Italia memang dipimpin seorang tokoh fasis bernama Benito Mussolini.
Lagu ini kemudian terus dinyanyikan dan banyak diaransemen ulang oleh musisi. Kini juga jadi lagu perjuangan untuk kebebasan. Dinyanyikan di banyak demonstrasi, mulai di Timur Tengah, Spanyol, hingga Hong Kong. Lirik lagu dari Bella Ciao punya pola perulangan, sehingga mudah untuk dihafal. Lagu ini jadi simbol anti-establishment.
Pina, Kreator Money Heist mengaku jika butuh waktu kurang lebih satu bulan untuk menemukan lagu Bella Ciao. Sejak awal membuat Money Heist, ia ingin ada lagu tema yang terasa seperti lagu kebangsaan dan selaras dengan perlawanan yang ada dalam cerita.
Memang, lagu selain didendangkan untuk didengar, bisa juga bermakna simbol perlawanan. Musik jadi alat revolusi rakyat. Di Indonesia sendiri, presiden Ir Soekarno pernah melarang lagu-lagu gubahan The Beatles dan Rolling Stones karena dianggap bawa narasi liberalisme pada belakang lagu. [dan/esd]






