Surabaya (beritajatim.com) – Festival Rujak Uleg menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-730 di Kya-Kya Jalan Kembang Jepun pada Sabtu malam (6/5/2023) panen protes. Warga menyebut festival tersebut sebagai pestanya pejabat lantaran diblokade dengan pagar besi.
Viral di TikTok bercerita membagi pengalamannnya saat menonton festival rujak uleg. Lantaran, suasana festival itu membuat masyarakat kesulitan menyaksikan rangkaian acara yang diiringi cukup banyak hiburan.
Untuk menuju panggung atau sekitar titik penyelenggaraan acara dibatasi pagar besi. Warga dilarang masuk dan hanya boleh melihat dari belakang pagar.
Bahkan sebagian masyarakat hanya bisa menonton lewat layar tancap yang disediakan oleh Pemkot Surabaya.
Akun Tiktok my journey menceritakan pengalamannya saat menyaksikan Festival Rujak Uleg itu. Ia menyebut warga tidak masuk ke dalam panggung namun yang hanya boleh para pejabat-pejabat dan undangan.
“Aku kaget banget ternyata begini acaranya warga gak boleh melbu. Jadi warga ini gak boleh melbu amping-amping (berharap) tok, yang hanya boleh pejabat dan undangan. Iki awak ndewe gak boleh melbu,” kata akun TikTok my journey itu, diposting, Minggu (7/5/2023).
Baca Juga:
Belanja Di Kya-Kya Surabaya, BRI Bagi-Bagi Promo
Akun tersebut juga mengungkapkan bahwa ribuan masyarakat awalnya antusias menghadiri Festival itu. Namun, saat datang banyak warga yang desakan-desakan ingin melihat acara di dalam. Bahkan, ada yang pingsan lantaran lemas.
“Jadi ada emak yang kehilangan kesabaran sing parah ini ada yang semaput (pingsan) ibu wes lemes udara dikit dia lemes. Nah onok parah, ada ibu-ibu wes lemes lansia dia pingin banget melbu, tapi wes suwi akhirnya lungguh di situ. Bayangno uwong-uwong didesep wong wong yaopo. Aku mengusahakan ke satpol PP dan BPBD tapi ternyata yang kacamata (petugas ditunjuk) gak boleh ini aturan, gendeng,” ujarnya.
Padahal, ungkap akun tersebut, warga yang ingin masuk ke dalam festival hanya ingin berpartisipasi untuk meramaikan Ulang Tahun Kota Surabaya.
“Ini warga pingin melbu tk hanya sekedar makan rujak uleg gratis. Awakdewe ini ingin partisipasi meramaikan ulang tahun kota Surabaya bentuk rasa cinta awak dewe,” tuturnya.
Baca Juga:
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Percantik Kya-kya Seperti Kampung Pecinan
“Yang pejabat panitia seng kate melbu lewat sini (batas pagar) ndusel wong-wong seng rapat barisan. Mereka lewat geser sana sini awakndewe. Ayolah ini pesta rakyat bukan pesta pejabat,” katanya.
Salah satu netizen juga berkomentar “aku sudah merasakan tahun kemarin wes kapok aku biarlah pejabat dan jajarannya aja yang merayakan kita cuma bisa mendoakan semoga Surabaya tetap jaya,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya sempat mengungkit saat di Konferensi Pers aalasan membatasi pagar besi di penggelaran festival tersebut. Alasannya, agar acara berjalan dengan rapi. [asg/beq]






