Surabaya (beritajatim.com) – Unesa menjadi tuan rumah Festival Eco-Enzyme 2023. Kegiatan ini untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar oleh sejumlah perguruan tinggi yang terlibat dalam UI Greenmetric.
Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Nurhasan mengatakan, kegiatan ini merupakan program bersama ‘dari kita untuk kita semuanya’. Baginya, aspek lingkungan hidup harus menjadi prioritas seluruh perguruan tinggi, sebab semakin ke sini berbagai persoalan lingkungan hingga bencana terus bermunculan. Bahkan, lingkungan hidup menjadi isu sentral di dunia global.
“Lingkungan hidup adalah hal yang paling mendasar dan prioritas, karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup kita sebagai manusia. Karena itu, kita harus betul-betul berkomitmen mewujudkan lingkungan hidup yang berkualitas. Ini harus mulai dari kampus,” katanya, Selasa (6/6/2023).
I menambahkan, sebagai wujud dari komitmen tersebut, Unesa memiliki Eco-Campus sebagai wadah gerakan dan aksi nyata mewujudkan lingkungan kampus yang bersih dan asri. Selain itu, Unesa berpartisipasi dalam UI Greenmetric sejak 2015 dan mengalami peningkatan posisi dari tahun ke tahun.
Pihaknya juga menjalankan program gerakan kesadaran lingkungan yang dimotori para dosen dan mahasiswa lewat berbagai program berkelanjutan. “Kami juga terus memastikan kualitas air di lingkungan kampus dengan menuangkan eco-enzyme di danau kampus baik di Lidah Wetan maupun Ketintang. Kami memiliki hutan kampus sebagai tempat konservasi, edukasi dan rekreasi,” jelasnya.
Sementara Tasdiyanto Rohadi, dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menilai momentum ini sangat penting, karena selain sebagai peringatan Hari Lingkungan Hidup, juga menyadarkan masyarakat bahwa lingkungan memiliki tantangan semakin besar ke depan.
Melalui penebaran eco-enzyme di berbagai danau atau air lingkungan kampus merupakan aksi nyata dari implementasi peningkatan kualitas lingkungan hidup. “Ini memang perlu kita galakan, karena ketika tantangan lingkungan hidup ke depan semakin besar, upaya yang diberikan juga lebih besar pula dan tentunya kita bersama-sama untuk beraksi nyata memperbaiki lingkungan sekitar kita dari hal kecil,” bebernya.
Dia menyebut peran akademisi dari perguruan tinggi sangat dibutuhkan karena menjadikan kualitas aksi dapat kuat oleh landasan teori. Inovasi harus punya perkembangan dan pihaknya juga akan mengevaluasi agar inovasi dapat berkembang dan menjawab tantangan yang ada.
BACA JUGA:
Tim FT Unesa Ciptakan Bed Pasien Otomatis
Ketua UI Greenmetric, Riri Fitri Sari menyebut kegiatan ini telah dilaksanakan rutin tiap tahunnya. Dengan kegiatan kolaborasi dengan beberapa perguruan tinggi salah satunya Unesa, UI Greenmetric sendiri juga menjadi contoh dalam pemeringkatan dunia bergengsi seperti Times Higher Education (THE) Ranking yang tahun ini berfokus pada pembangunan berkelanjutan.
“Penggelontoran eco-enzyme ini merupakan langkah awal untuk memperhatikan air di lingkungan sekitar dan adanya tim eco-enzyme sesuai dengan penerapan prioritas tematik ketiga UI Greenmetric, yaitu partnering on solution to sustainability challenge,” ujarnya.
Ketua Eco-Enzyme UI Greenmetric, Nurzainah Ginting menyampaikan apresiasi terima kasih atas partisipasi Unesa dan 21 perguruan tinggi lain. Pada festival kali ini disaksikan secara penuangan eco-enzyme di semua perguruan tinggi mitra serentak.
Dia berharap kedepannya banyak perguruan tinggi yang ikut berpartisipasi dalam melanjutkan pelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan. “Sekali lagi ini tugas kita bersama dan butuh komitmen serta aksi nyata bersama,” tandasnya. [ipl/kun]






