Kediri (beritajatim.com) – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Nusantara PGRI Kediri kembali menggelar Festival Teknik (FESTIK) 2026 yang akan berlangsung di Tirtayasa Park, Kota Kediri, pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Festival tahunan mahasiswa tersebut akan menghadirkan konser musik, pameran inovasi teknologi, hingga seminar pendidikan yang terbuka untuk masyarakat umum.
Tahun ini, FESTIK 2026 menghadirkan sejumlah musisi nasional seperti Superman Is Dead, The Jansen, Lukanegara, The Jeblogs, dan MCPR.
Penangung jawab acara Erik Setyowibowo, mengatakan pemilihan guest star tahun ini diharapkan mampu meningkatkan antusiasme penonton, khususnya dari kalangan anak muda dan penikmat musik pop punk.
“Kita ambil GS-nya SID karena antusias audiens juga sangat besar. Kita juga bawa tiga G-Star yang pertama kali perform di Kediri itu ada The Jeblogs, The Jansen dan Lukanegara. Diharapkan itu juga menjadi antusiasme masyarakat juga,” katanya.
Selain menghadirkan hiburan musik, panitia berharap FESTIK 2026 juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi kawasan sekitar venue. Menurut Erik, ramainya pengunjung di kawasan Tirtayasa Park nantinya diharapkan ikut meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Ia menjelaskan FESTIK tahun ini menghadirkan sejumlah pembaruan dibanding penyelenggaraan sebelumnya, termasuk pemilihan venue baru dan penambahan fasilitas pendukung seperti penitipan barang dan photo booth.
Panitia juga ingin FESTIK menjadi festival yang dapat dinikmati berbagai genre musik agar penyelenggaraan tahun berikutnya semakin berkembang dan menjangkau audiens lebih luas.
“Diharapkan di Festik ini nanti bisa semua genre masuk. Jadi diharapkan di tahun berikutnya kita bisa mengundang selain pop punk juga seperti itu. Jadi biar berkelanjutan, biar lebih ramai juga. Karena audiens yang lain di luar pop punk itu juga sangat banyak sekali,” ujarnya.
Panitia menyiapkan sekitar 5.000 lembar tiket dengan harga mulai Rp100 ribu. Pembelian tiket dapat dilakukan secara online melalui link resmi maupun penjualan offline yang telah disediakan panitia.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Nusantara PGRI Kediri, Dr. Sulistiono, M.Si., mengatakan FESTIK menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam mengelola sebuah event berskala besar.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan mulai perencanaan hingga pelaksanaan diserahkan kepada mahasiswa dengan pendampingan dari pihak fakultas dan universitas.
“Yang melatar belakangi dari festik ini, yang pertama adalah ini untuk melatih mahasiswa untuk menyelenggarakan suatu event yang otomatis akan melatih mahasiswa untuk bertanggung jawab, berkolaborasi, kemudian untuk disiplin dan terbuka,” katanya.
Selain menjadi media pengembangan kemampuan mahasiswa, FESTIK juga dimanfaatkan sebagai sarana promosi kampus untuk menjaring calon mahasiswa baru, khususnya di Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer.
Dr. Sulistiono menyebut antusiasme masyarakat terhadap FESTIK terus meningkat setiap tahun. Bahkan pada pelaksanaan sebelumnya, jumlah penonton disebut mencapai lebih dari 8.000 orang.
“Kalau dilihat 4 tahun ada peningkatan. Buktinya ada yang nonton terus kuliah di disini, karena terus-terang di tahun-tahun kemarin penontonnya suka, luar biasa. Saya pernah tahu persis sekitar 8.000 orang lebih penontonnya,” tutupnya. [nm/but]






