Surabaya (beritajatim.com) – Komunikasi menjadi kunci dalam sebuah tim, dan itulah yang langsung mencuri perhatian dari sosok Felipe Americo, pelatih kiper baru Persebaya Surabaya. Berasal dari Brasil, Felipe ternyata fasih berbahasa Indonesia hingga tak memerlukan penerjemah saat memimpin latihan Green Force. Instruksinya jelas, tegas, dan mudah dipahami para pemain.
Felipe lahir di Rio de Janeiro, Brasil, pada 5 Juli 1982. Ia memulai karier kepelatihan di negara asalnya bersama tim muda Botafogo, salah satu klub besar di Brasil. Pengalaman internasionalnya dimulai pada 2017 saat menerima tawaran dari Barito Putera sebagai pelatih kiper di Liga 1 Indonesia.
“Sebagai pelatih kiper, detail sangat penting. Bahasa yang jelas dan dimengerti pemain jadi faktor besar. Itulah kenapa saya belajar bahasa Indonesia sejak pertama kali datang,” ujar Felipe.
Sejak 2017, Felipe memang sudah akrab dengan atmosfer sepak bola Indonesia. Dengan dukungan lingkungan sekitar dan sang istri yang berasal dari Malang, kemampuannya berbahasa Indonesia semakin terasah.
“Dari 2017 di sini saya belajar sedikit-sedikit jadi bisa. Saya belajar otodidak. Saya coba terus karena takut ada yang salah kan. Istri dari Malang, jadi semakin memperkaya juga bahasanya,” imbuhnya.
Felipe kini menjadi salah satu sosok yang membawa semangat baru di Persebaya. Komunikasi tanpa hambatan membuat para penjaga gawang Green Force lebih cepat menyerap materi latihan yang diberikan.
“Sebelumnya memang saya sering melihat bagaimana beliau melatih dan komunikasi antar pemain, Alhamdulillah kita sebagai kiper bisa menyerap materi dengan cepat apa yang disampaikan oleh Coach Felipe,” ungkap Andhika Ramadhani, kiper Persebaya.
Nama Felipe bukanlah wajah baru di sepak bola nasional. Sebelum bergabung dengan Persebaya, ia sempat memperkuat tim pelatih Barito Putera, Arema FC, Rans FC, dan terakhir Persita Tangerang pada musim 2023/2024. [way/ian]






