Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) sukses menjadi host atau tuan rumah gelaran International Conference KRA X tahun 2023. Acara ini melibatkan speaker dan presenter dari 8 negara yang digelar berkat kerjasama Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI KAPd) dan IAI Wilayah Jatim.
Konferensi Internasional KRA X 2023 mengusung tema ‘Accounting Innovation For Global Welfare: A Blessing to the Universe,’. Acara ini berlangsung selama dua hari yaitu, 26 dan 27 Juli 2023 di Hall Abdurrahman Wahid lantai 7 Unisma dengan dihadiri lebih dari 1000 peserta secara luring maupun daring dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Dekan FEB Unisma Nur Diana.,SE.,M.Si.,CERA.,CBV menyampaikan penghargaan yang kepada IAI KAPd, IAI Wilayah Jatim, dan segenap co-host yang memberi kepercayaan kepada FEB Unisma untuk menjadi host dalam acara International Conference KRA X. Co- host acara ini melibatkan total 43 perguruan tinggi, yang terdiri atas 8 dari PTN dan 35 dari PTS dan 4 PT Luar Negeri.
“Kami sebagai Host merasa bangga karena diberi kepercayaan untuk menjadi penyelenggara pertama kalinya KRA yang dikemas secara internasional. KRA sudah berlangsung di tahun ke-10 ini, insyaallah dengan bekal pengalaman FEB Unisma sebelumnya telah rutin menggelar konferensi internasional semacam ICEBUSS, EBESSIC, IRCMB maupun ICEC yang menggandeng PT dalam dan luar negeri,” kata Diana.
Baca Juga: Mahasiswa Internasional Belajar Batik Ecoprint Lewat Workshop FEB Unisma
Menurutnya, gelaran KRA X 2023 ini mendapat apresiasi dan minat tinggi dari perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri. Rangkaian aktivitas International Conference juga sangat memberi makna untuk mendukung FEB Unisma dalam menciptakan lulusan unggul dan berdaya saing internasional bidang akuntansi, manajemen, dan ekonomi berbasis entrepreneurship.
“Banyaknya artikel yang masuk tersebut menunjukkan atensi yang besar para peneliti akuntansi dalam upaya ikut mewujudkan kesejahteraan manusia secara global melalui sumbangan pemikiran hasil penelitian,” ungkap Dekan FEB Unisma.
“Itu juga didukung dengan Iptek dan budaya kemaslahatan umat dengan mengedepankan akhlakul karimah berlandaskan Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Salah satu upaya menciptakan atmosfer akademik dan kolaborasi dari berbagai perguruan tinggi dan dunia industri sangat penting dalam memperkuat budaya akademik. Konferensi ini menjadi wadah para akademisi dan praktisi,” lanjutnya.

Khususnya, kata Diana, praktisi dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi dan institusi di Indonesia dan luar negeri untuk berdiskusi tentang beragam kajian empiris maupun praktis di ranah disiplin ilmu akuntansi dan keuangan. Forum ini tentunya akan berperan menghasilkan berbagai insight dan solusi atas tantangan perubahan dunia.
Tema yang diusung juga sesuai dengan era saat ini, mengingat perubahan global seperti kehadiran Revolusi Industri 4.0, global climate change, dan pandemi covid-19 menuntut negara di dunia saling bekerjasama dalam menghadapi tantangan tersebut. Salah satunya dengan pengesahan sustainable development goals (SDGs) sebagai kesepakatan untuk mewujudkan kesejahteraan manusia secara global.
“Untuk itulah sebagai institusi pendidikan kita harus senantiasa adaptif mempersiapkan institusi, dosen, dan mahasiswa dengan skill yang mampu menciptakan inovasi akuntansi dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan global. Kami ucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung acara Konferensi Internasional KRA X ini,”
Sementara itu Prof. Drs. Junaidi Mistar, P.hD., wakil rektor bidang akademik dan kerjasama sangat mengapresiasi langkah dari FEB Unisma khususnya prodi akuntansi yang bekerjasama dengan IAI untuk menggelar konferensi ini. Menurutnya, akuntansi semakin getol untuk meningkatkan kegiatan internasional, kendati sudah mendapat akreditasi unggul dari Lamemba dan akreditasi internasional FIBAA Jerman.
“Kami sangat mengapresiasi Program Studi Akuntansi FEB UNISMA yang dinamis dalam melakukan terobosan bekerjasama dengan Ikatan Akuntan Indonesia dalam mewujudkan sumbangan pemikiran yang sangat penting untuk kesejahteraan global,” jelas Prof Jun.
Baca Juga: Mahasiswa FEB Unisma Perluas Wawasan ke Bank Syariah Indonesia
Sebagai informasi, dalam gelaran ini hadir dan turut memberikan sambutan ketua DPN IAI Dr. Ardan Adiperdana, Prof. Dr. Dian Agustia selaku Ketua IAI KAPd, Prof. Drs.Basuki., M.Com(Hons)., selaku Ketua IAI Wilayah Jawa Timur.
Adapun keynote speech, yaitu Guntur Iman Nefianto SE, SH . MH, Ak, CA CRGP selaku Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Ekonomi Dan Peningkatan Daya Saing Sekretariat Wakil Presiden Kementerian Sekretariat Negara. Prof. Dr. Susela Devi K. Suppiah dari Sunway University Malaysia.
Kemudian ada juga Associate Prof. Dr. Zulnadi Yacoob, AM., dari Universiti Sains Malaysia, Malaysia. Dr. Harun dar Jamescook University, Australia, Dr Shadi Alhaleh dari Hankou University Wuhan China. (dan/ted)






