Jember (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember dan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan RI membuka fasilitas Export Import Corner (Exim Corner), di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Fasilitas ini berguna untuk memberikan layanan informasi, data, dan seluk beluk mengenai kegiatan ekspor-impor, serta penjelasan mengenai tugas dan fungsi bea cukai. “Exim Corner ini bakal berguna bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas di wilayah Besuki Raya,” kata Dekan FEB Unej Isti Fadah, sebagaimana dilansir Humas Unej, Kamis (28/4/2022).
Export Import (Exim) Corner ini resmi dibuka kemarin, Rabu (27/4/2022). Selain memberikan data dan informasi terkait tata aturan ekspor dan impor, Exim Corner diharapkan bisa menggerakkan mahasiswa untuk memulai usaha sebagai pelaku ekspor atau impor. Dalam kerangka pelaksanaan Program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), kerjasama ini mendekatkan mahasiswa dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) dan organisasi pendukungnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”unej”]
Bahkan dosen pun bisa ikut magang dan melaksanakan riset mengenai dunia ekspor impor serta kajian mengenai bea cukai. “Banyak mahasiswa kami yang sudah memulai usaha, apalagi di FEB ada mata kuliah kewirausahaan sebagai pemicunya. Dengan adanya Exim Corner diharapkan menambah semangat berwirausaha bagi mahasiswa,” kata Isti Fadah.
Kepala Kantor Bea Cukai Jember Asep Munandar menyebut Exim Corner inovasi terbaru Kantor Bea Cukai Jember di tingkat nasional. Exim Corner di kampus FEB Universitas Jember adalah salah satu perwujudan kerjasama antara Kementerian Keuangan RI dengan tiga perguruan tinggi dalam rangka menyukseskan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). “Penandatanganan MoU-nya sudah dilaksanakan pada tahun lalu,” katanya.
Selain memberikan manfaat bagi mahasiswa dan dosen, keberadaan Exim Corner juga ditujukan kepada khalayak luas, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Jember dan sekitarnya. “Exim Corner diharapkan memberikan manfaat nyata juga bagi pelaku UMKM yang ingin meningkatkan kelas sebagai eksportir dengan memberikan konsultasi dan sosialisasi berbagai aturan ekspor impor,” kata Asep. [wir/kun]






